Home

Pembahasan Pertanyaan

Seri Pelajaran

Forum Diskusi

Seputar Alkitab

Pendalaman Alkitab


Views:

Deskripsi: Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan tentang hari perbaktian yang harus disucikan, apakah hari sabat hari sabtu hari ketujuh ATAU hari Minggu hari pertama, mari kita bahas...


Tanya Jawab Tentang Hari Sabat

1.

Dari kapan dan sampai kapankah hari sabat itu?

2.

Bagaimana sejarah penyucian terhadap hari minggu? Bagaimana asal mula atau asal-usulnya?

3.

Apakah hari sabat hanya untuk orang Yahudi?

4.

Hari apakah hari sabat itu? Apakah hari minggu adalah hari sabat?

5.

Apakah perubahan kalender dari Julian (Julius) ke Gregorian (Gregory) mempengaruhi perhitungan hari?

6.

Apakah karena Yesus bangkit pada hari minggu (hari kebangkitan) sehingga hari sabat dirubah ke hari minggu?

7.

Apakah hari sabat sudah dihapus Yesus seperti yang tertulis dalam Yohanes 5:18 dan Kolose 2:16,17? Apakah Yesus meniadakan hari sabat, apakah hari sabat sudah dipakukan di kayu salib?

8.

Apakah hari minggu, hari pertama adalah hari Tuhan ataukah hari sabat, hari ketujuh adalah hari Tuhan?

9.

Bagaimana dengan kasus murid-murid Yesus memetik gandum pada hari sabat? atau dengan kata lain apakah Yesus dan murid-muridNya melanggar hukum hari sabat sehingga hari sabat tidak perlu lagi disucikan/dikuduskan? Bagaimana juga dengan penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan Yesus pada hari sabat, apakah hari sabat tidak perlu lagi disucikan/dikuduskan?

10.

Apakah semua hari sama untuk disucikan/dikuduskan?

 

 

1.

Dari kapan dan sampai kapankah hari sabat itu?

 

Begitu banyak orang Kristen yang salah mengerti dengan hari sabat dan menganggap semua hari sabat adalah sama dan sudah dihapus Yesus.

Sabat yang sudah dihapus Yesus adalah sabat bayangan pada hukum upacara korban, yang hanya melambangkan Yesus sebagai korban yang mati di salib menebus dosa manusia, sabat pada hukum upacara korban ini mengarah ke salib, contohnya adalah sabat pada hari raya pendamaian (sabat grafirat).

Sedangkan sabat hari ketujuh adalah sabat yang mengarah ke saat penciptaan dunia ini, sabat ini tidak dihapus Yesus dan merupakan sabat yang kekal, dimana pada hari ketujuh Allah berhenti dari penciptaan dunia ini, berkati dan sucikan.

Jadi, sabat yang dihapus Yesus adalah sabat yang mengarah kepada salib, Yesus sebagai korban, contohnya sabat grafirat, sabat ini sudah tidak perlu lagi dirayakan..
sedangkan sabat yang tidak dihapus Yesus adalah sabat yang sudah ada sebelum manusia berdosa, yaitu sabat yang kekal, sabat hari ketujuh, sabat dimana belum ada orang Yahudi, sabat dimana pada penciptaan dunia ini, Allah berhenti, berkati dan kuduskan..(Kejadian 2:1-3)
Begitu juga dengan Hukum Taurat..
Hukum Taurat yang sudah dipalangkan atau dipakukan di salib adalah hukum upacara, bukan Sepuluh (10) Hukum Allah atau "Ten Commandments"

Dari kapan dan sampai kapankah hari sabat itu? Mari kita lihat perjalanan sabat hari ketujuh ini.

 

Kita mulai dari penciptaan dunia ini, mari kita awali dengan perhitungan hari dulu. Kapan mulai dan berakhirnya suatu hari? apakah satu (1) hari itu dimulai dari jam 24.00 (tengah malam) dan berakhir juga jam 24.00 ataukah dari matahari terbenam sampai matahari terbenam? Bagaimana perhitungan hari yang benar menurut Alkitab?

Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, Kejadian 1:14

Kita lihat ayat diatas, salah satu fungsi benda-benda penerang pada cakrawala (matahari, bulan, bintang dan lain-lain) selain menerangi cakrawala (langit), juga berfungsi untuk perhitungan hari-hari dan tahun-tahun. Sebagai contoh matahari. 1 tahun adalah dimana bumi 1 kali mengelilingi matahari dan 1 hari adalah 1 kali bumi berputar pada porosnya dimana terjadi malam dan siang.

Kejadian 1:5,8,13,19,23,31 berbunyi, Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama…itulah hari kedua…itulah hari ketiga…dan seterusnya. Pada hari ketujuhpun demikian, tetapi pada hari ketujuh Allah berhenti dari penciptaan dan menguduskan serta memberkati hari ketujuh itu.

Jadi perhitungan hari dimulai dari petang lalu kemudian pagi, itulah satu hari, dari matahari terbenam sampai matahari terbenam (Imamat 23:32).

Sebagai contoh peristiwa kematian dan penguburan Yesus di hari Jumat sore:

Lukas 23:44,46,54

44 Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,

46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.
Perhatikan ayat 54, hari apa hari persiapan itu? Silahkan buka kamus Alkitab lalu cari “hari persiapan” dan anda akan menemukan hari persiapan adalah hari jumat berarti hari sabat adalah hari sabtu. saat Yesus mati dan dikuburkan adalah hari jumat pada sore hari dan sebentar lagi matahari akan terbenam dimana hari akan segera berganti. Jadi perhitungan hari dimulai dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, inilah yang sesuai dengan Alkitab, bukan dari jam 12 malam sampai jam 12 malam karena tidak berdasarkan Alkitab.

 

Kembali ke saat penciptaan dunia ini kita lihat apa yang Allah lakukan pada hari ketujuh:

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.

Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:1-3.

3 hal penting yang Allah lakukan pada hari ketujuh: berhenti, berkati, sucikan. Begitu pula bila kita berhenti dan menguduskan hari ketujuh ini, kita akan diberkati dan disucikan.

Namun banyak orang mengatakan bahwa ayat ini hanya mengatakan hari ketujuh tidak ada kata sabat disana, kita tidak tahu bahwa hari ketujuh ini hari sabat, jadi bisa hari apa saja. Mari kita lihat ayat selanjutnya, dijelaskan dan dipertegas dalam 10 hukum Allah dalam Keluaran 20:8-11.

 

Kita masuk zaman bangsa Israel.

Hari apa hari ketujuh itu?

Kita lihat Hukum Keempat dari 10 Hukum Allah:

Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Keluaran 20:8-11

 

Tuhan meminta hari ketujuh bukan salah satu dari tujuh hari, bukan semau kita. Ayat ini tidak mengatakan bahwa yang penting dalam seminggu ada 1 hari perhentian, tidak demikian, tetapi ayat ini dengan jelas dan tegas mengatakan bahwa hari ketujuh adalah hari sabat, hari perhentian, hari dimana kita menghormati Tuhan sebagai Khalik Pencipta dunia ini. jadi Tuhan meminta untuk kita mengingat dan menguduskan (ayat 8) hari ketujuh bukan salah satu dari tujuh hari.

Hari sabat hari ketujuh ini selalu mengingatkan kita pada penciptaan dunia ini, mengingatkan bahwa Tuhan adalah Pencipta dan kita manusia adalah ciptaan.

10 Hukum ini bukan hanya untuk orang Israel tapi untuk kita semua, apa kata Yakobus jika kita melalaikan hukum keempat ini?

Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Yakobus 2:10

 

Ayat-ayat lain bisa kita baca dalam Keluaran 31:13-17  juga Yehezkiel 20:12,20 juga Yesaya 58, dan masih banyak ayat lainnya. Kita pindah ke zaman Yesus.

 

Hari Sabat di zaman Yesus

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Lukas 4:16

 

Kebiasaan artinya sesuatu yang selalu dilakukan. Yesus selalu dan sudah menjadi kebiasaan untuk berbakti dan memelihara hari sabat. Apa artinya Kristen? Pengikut Kristus, berarti meniru teladan Yesus, mari kita lihat ayat-ayatnya:

Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. I Petrus 2:21

sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. Yohanes 13:15,17

 

ikutilah teladan Yesus yang mana menurut kebiasaanNya berbakti pada hari sabat hari ketujuh itu, bagaimana dengan rasul-rasul, apakah tetap menguduskan hari sabat? Mari kita lanjutkan ke zaman rasul-rasul.

 

Hari Sabat di zaman rasul-rasul

Apakah setelah Yesus bangkit, rasul-rasul meninggalkan hari sabat (hari ketujuh) lalu beralih ke hari minggu (hari pertama) yang adalah hari kebangkitan? Tidak, rasul-rasul dengan setia tetap memelihara hari sabat, kita lihat ayatnya:

Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.

Ketika Paulus dan Barnabas keluar, mereka diminta untuk berbicara tentang pokok itu pula pada hari Sabat berikutnya.

Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah. Kisah Para Rasul 13:14,42,44

Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. Kisah Para Rasul 17:2

 

Perhatikan kalimat seperti biasa…ini menunjukkan sesuatu yang selalu dilakukan…masih ingat Lukas 4:16, Yesuspun mempunyai kebiasaan menguduskan sabat, hal yang sama yang menjadi kebiasaan Paulus dan rasul-rasul.

 

Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani. Kisah Para Rasul 18:4

Perhatikan juga kalimat setiap hari sabat, ini sudah jelas bahwa Paulus setiap hari sabat berbakti dan menguduskan/menyucikan hari sabat itu seperti kebiasaan Yesus. Apa nasihat Paulus kepada kita yang hidup sekarang ini mengenai hari sabat, hari ketujuh ini? Kita lihat di dalam Ibrani 4:4,9 dalam pembahasan selanjutnya yaitu “hari sabat di zaman kita (sekarang).”

 

Hari sabat di zaman kita

Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."

Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Ibrani 4:4,9

Umat Allah bukan hanya orang Yahudi, saudara dan sayapun adalah umat Tuhan. Ayat ini sudah sangat jelas, hari sabat, hari ketujuh ini tetap harus dipelihara oleh umat Tuhan…

Bahkan hari sabat bukan hanya di dunia ini saja tetapi sampai di dunia baru di dalam Kerajaan Sorga, kita lihat ayatnya dalam Yesaya 66:22,23, kita lihat dalam pembahasan selanjutnya yaitu “hari sabat di dunia baru”

 

Hari sabat di dunia baru nanti

Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN. Yesaya 66:22,23

 

Sudah sangat jelas, langit yang baru dan bumi yang baru…sabat berganti sabat… hari sabat kita akan tetap kuduskan, menyembah Tuhan Khalik Pencipta kita sampai nanti di dalam kerajaan sorga.

Ingat bahwa hari sabat, hari ketujuh ini selalu mengingatkan kita pada penciptaan. Hari sabat ini sampai di dalam kerajaan sorga, untuk selalu mengingatkan bahwa Tuhan Yang Maha kuasa, Maha Agung, Maha Besar, Maha Mulia, adalah Pencipta kita. Segala puji hormat dan syukur hanya untuk Tuhan Pencipta Khalik alam semesta. Amin.

 

2.

Sejarah Penyucian Hari Minggu

Bagaimana sejarah penyucian terhadap hari minggu? Bagaimana asal mula atau asal-usulnya?

 

 

Aristoteles, filsuf Yunani  pernah mengelompokkan laba-laba sebagai serangga berkaki enam. Sejak itu selama 20 abad, orang mempercayai bahwa laba-laba adalah serangga berkaki enam, tak seorangpun yang peduli untuk menghitungnya, lagipula siapa yang mau menantang Aristoteles yang hebat itu?

Lalu datanglah Lamarck, seorang ahli ilmu hayat dan pencinta alam. Ia lalu menghitung dengan teliti kaki laba-laba. Setelah ia menghitungnya dengan teliti maka didapatlah yang sebenarnya bahwa jumlah kaki laba-laba adalah delapan. Suatu cerita yang selama ini sudah diajarkan sebagai kebenaran untuk berabad-abad lamanya diruntuhkan karena Lamarck mau menghitungnya.

Begitu juga dengan firman Tuhan, marilah kita selidiki apa kata Alkitab dan jangan mau terombang-ambing dengan ajaran-ajaran sesat yang menyimpang dari Alkitab, biarkanlah Alkitab yang menjadi pedoman, terang kebenaran yang menjadi pelita dalam kehidupan anda.

 

Yang menjadi pertanyaan adalah mulai kapan hari minggu mulai menjadi hari istirahat menggantikan hari sabat? Apakah zaman rasul-rasul? Tidak, rasul-rasul masih dan selalu dengan setia menguduskan hari sabat.

Hari minggu dalam bahasa inggris disebut SUNDAY, yang kalau kita artikan per kata, sun artinya matahari dan day artinya hari. Hari minggu adalah hari matahari, kalau kita mempelajari dengan teliti sejarah, hari minggu adalah hari penyembahan kepada dewa matahari.

Hanyalah pada abad ke empat hari Minggu menjadi hari istirahat sebagai akibat dari dekrit kaisar Constantine pada bulan maret tahun 321.

bunyi dekrit tersebut adalah:

Pada hari penghormatan terhadap matahari biarlah setiap pejabat dan orang banyak yang tinggal di kota berhenti, dan biarlah setiap toko ditutup. Namun demikian, mereka yang di desa-desa, yaitu orang-orang yg berkecimpung dalam bidang pertanian boleh dengan bebas berhak melanjutkan perkerjaannya.

Ahli sejarah gereja Philip Schaff, mengatakan bahwa undang-undang atau dekrit ini tidak boleh dinilai terlalu tinggi, karena tidak ada hubungan dengan hukum keempat atau kebangkitan Yesus.

Tetapi kita lihat : Pelan Tetapi Pasti, waktu terus berjalan, penghormatan terhadap hari minggu ini semakin lama semakin menjadi, dan sampai sekarang ini, penyucian terhadap hari minggu telah menggantikan sabat hari ketujuh menjadi suatu tradisi yang sangat kuat yang sangat sulit untuk diruntuhkan. Benarlah bahwa hukum telah diubah, hari sabat hari ketujuh telah dirubah ke hari minggu hari pertama, hari matahari. inilah sejarahnya, tetapi alasan demi alasanpun berdatangan untuk menguatkan penghormatan terhadap hari minggu, diantaranya adalah merayakan hari minggu karena merupakan hari kebangkitan Yesus. Betul kebangkitan Yesus itu sangat mulia, tetapi Tuhan tidak pernah menyuruh merayakan hari kebangkitanNya, coba baca tulisan rasul Paulus dalam I Korintus 15, yang mana 1 pasal full mulai ayat 1-58, semuanya berbicara mengenai kebangkitan Yesus...adakah 1 ayat saja yang menyuruh menggantikan hari sabat hari ketujuh ke hari pertama hari kebangkitan Yesus? anda tidak akan pernah menemukannya, sebaliknya kita diingatkan lagi dalam Ibrani 4:4,9 untuk tetap memelihara hari ketujuh, hari perhentian, kita lihat ayatnya:

Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."

Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Ibrani 4:4,9

Siapakah umat Allah di ayat ini, apakah hanya orang Yahudi yang umat Allah? anda dan sayapun adalah umatNya, hari sabat dijadikan untuk manusia (Markus 2:27). Jadi Firman Tuhan dengan jelas dan tegas menyuruh kita untuk berhenti dan tetap menyucikan hari sabat, hari ketujuh itu.

 

Mari kita lihat apa nubuatan Daniel mengenai hukum Allah di akhir zaman ini:

Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Daniel 7:25

Siapakah “ia” disini? Kalau kita baca ayat sebelumnya di ayat 19-24, ia akan muncul dari kerajaan keempat di bumi. Sejarah membuktikan bahwa kerajaan keempat yang menguasai bumi adalah kerajaan Roma. Urutan kerajaan-kerajaan yang menguasai bumi adalah: Babel atau Babilonia, Media Persia, Yunani atau Gerika, terakhir adalah Roma. Roma akhirnya terbagi menjadi 10 kerajaan. Dan akhirnya kerajaan lain (1 tanduk kecil) akan muncul dari 10 kesepuluh kerajaan ini lalu mematahkan 3 tanduk atau mengalahkan dan menghapus 3 kerajaan.

Di ayat 19-24 mengatakan bahwa dari kerajaan keempat ini akan muncul 10 tanduk/raja/kekuasaan. Lalu akan muncul 1 tanduk kecil yang akan mematahkan 3 tanduk. Siapakah “ia” disini?

Dengan segala kerendahan hati, dan dengan tidak menghakimi dengan tujuan utama untuk menyampaikan kebenaran injil ke seluruh dunia, saya menulis artikel ini, Yesus segera datang. Marilah kita sama-sama belajar firman Tuhan yang mana kita perlu mempelajari juga sejarah yang mana sangat menguatkan apa kata Alkitab.

Sejarah mencatat dan membuktikan bahwa kekuasaan Roma Kepausan telah meruntuhkan 3 kekuasaan dari 10 tanduk/raja/kekuasaan yang lahir dari kerajaan Roma. 3 tanduk atau raja yang telah runtuh itu adalah: Heruli, Ostrogoths, dan Vandal.

 

Gereja Roma Katolik menyatakan bahwa Konsili Laodikea sebagai suara resmi yang memindahkan kesucian hari Sabat kepada hari Minggu. Perhatikan kata-kata dari salah satu katekismus:

Pertanyaan : “Hari apakah hari Sabat?”

Jawab : “Hari Sabtu (ketujuh) adalah hari Sabat.”

Pertanyaan : “Mengapa kita memelihara hari Minggu gantinya hari Sabtu?”

Jawab : “Kita memelihara hari Minggu gantinya hari Sabtu karena Gereja Katolik, pada Konsili di Laodikea (336 M) memindahkan kesucian hari Sabtu kepada hari Minggu.” – Rev. Peter Geiermann, C. SS. R, The Convert’s Catechism of Catholic Doctrine, hlm. 50, edisi ke 2, 1910.

 

PAUS LEO XIII dalam his Great Encyclical Letters hal. 304, berkata:
"Kami menduduki diatas dunia ini tempat Allah Yang Maha Kuasa."
Pekerjaan otentik dari F. Lucii Ferraris, yang disebut PROMPTA BIBLIOTHECA CANONICA JURIDICA MORALIS THEOLOGICA yang dicetak di Roma, 1890, dan disahkan oleh Catholic Encyclopedia (Jil. VI. hal. 48) kita menemukan kutipan-kutipan berikut yang menyebutkan tentang kuasa Paus:
"Paus begitu tinggi martabatnya dan begitu ditinggikan sehingga ia bukanlah seorang manusia biasa, tetapi ia seakan-akan Allah, dan pengganti Allah...."
"Itulah sebabnya Paus dimahkotai dengan mahkota berlapis tiga, sebagai raja di langit dan di bumi, dan bagian-bagian yang lebih bawah." "Sehingga sekiranya saja mungkin bahwa para malaikat berbuat kesalahan dalam iman, atau boleh jadi berpikir bertentangan dengan iman itu, mereka dapat dihakimi dan dikucilkan oleh Paus."
"Paus adalah seakan-akan Allah di muka bumi, pemerintahan satu-satunya dari Kristus yang setia, kepala raja diatas segala raja, memiliki kuasa yang lengkap, kepadanya telah dipercayakan oleh Allah yang maha kuasa, kuasa mengarahkan bukan hanya dalam kerajaan duniawi saja tetapi juga dalam kerajaan surgawi." DIKUTIP dalam SOURCE, BOOK, Revised Edition, hal. 409, 410. Washington, D.C., 1927
The Catholic Encyclopedia mengatakan tentang Paus: "Kalimat-kalimat yang ia berikan diteguhkan di surga." Jil. X11, Art. Pope." hal. 265
"Berperang melawan Paus sama dengan berperang melawan Allah, menyadari bahwa Allah adalah paus dan paus adalah Allah." --Marenus (Catholic) History.
"Paus bukan hanya perwakilan Yesus Kristus saja, tetapi ia juga adalah Yesus Kristus sendiri, yang terbungkus oleh daging (kemanusiaan)." Catholic National, July, 1895
"Imam sesungguhnya dapat mengampuni dosa-dosa berdasarkan kuasa yang diberikan kepadanya oleh Kristus" Katekismus Joseph Darbie hal 279.
Ajaran Infability mengatakan Gereja Roma Katolik dan Paus tidak bisa berbuat salah. Alkitab mengatakan "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" Roma 3:23.

Kita lihat apa kata Rasul Paulus yang akan terjadi menjelang kedatangan Tuhan:

Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,

Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

II Tesalonika 2:1,3,4

 

Sebagian besar orang Kristen pun mengikutinya dengan beribadah pada hari minggu hari pertama menggantikan hari sabat hari ketujuh dengan berbagai macam alasan. Ada yang beralasan karena Yesus bangkit pada hari minggu. Alasan ini tidak ada dasar dari Alkitab, karena rasul-rasul dengan setia selalu menguduskan dan berbakti pada hari sabat (lihat pembahasan sebelumnya tentang “perjalanan sabat hari ketujuh” dan sesudah ini akan dibahas juga), ada juga yang mengatakan bahwa hari sabat bisa hari apa saja. Ingat bahwa hukum Allah dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa ingatlah dan kuduskanlah hari sabat, hari ketujuh itu, bukan salah satu dari 7 hari, yang Allah minta hari ketujuh. Bagaimana jika dosen anda menyuruh anda untuk bertemu dengan dia pada hari ketiga setelah ujian mata kuliah dia, apakah anda akan datang pada hari keempat atau hari apa saja? Bagaimana dengan nasib nilai anda nanti?

Siapa yang mau mengubah/mengganti isi hukum Allah tersebut itu berarti mau mengambil otoritas Allah, mau mengambil hak Allah atau menyamakan diri dengan Allah, bagaimana jika kita menuruti 9 hukum Allah tetapi mengabaikan hukum keempat tentang hari sabat?

Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Yakobus 2:10

 

Sebagai contoh penghormatan terhadap hari minggu menggantikan hari sabat ini yang sekarang sudah diikuti oleh kebanyakan Gereja Kristen, mari kita lihat kutipan di bawah ini, diambil dari mereka yang menamakan dirinya Yabina = Yayasan Bina Awam

 

Kita lihat kutipan dari Yayasan Bina Awam:

Para Rasul sudah terbiasa menggeser tempat pertemuan ibadat mereka dari hari Sabat ke hari Minggu dan dari sinagoga ke rumah-rumah (Kis.20:7). Rasul Paulus menyuruh mereka mengumpulkan uang persembahan pada waktu mereka berkumpul di rumah pada hari pertama tiap-tiap minggu (1Kor.16:2; saat itu mereka sudah terbiasa beribadat tiap-tiap hari minggu di rumah-rumah).

Bapa-Bapa gereja sesudah rasul Yohanes meninggal (akhir abad pertama) juga menguatkan bahwa perkumpulan di hari minggu sudah dipraktekkan secara luas. Ignatius (115M) mengatakan “Jangan kita memelihara lagi hari Sabat, melainkan merayakan Hari Yesus Kristus, pada hari mana hidup kita bangkit dari kematian oleh Dia.” Justinus Martir (165M) mengatakan bahwa: “pada hari pertama itu dengan mengubah gelap menjadi terang Tuhan menjadikan dunia, dan karena Yesus Kristus, Juruselamat kita, pada hari itupun, yaitu hari pertama dalam pekan, bangkit dari mati dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya.” Tertulianus (200M) mengatakan: “hari Tuhan, yaitu hari kebangkitannya, kita bukan hanya meninggalkan kebiasaan berlutut, tetapi juga menanggalkan segala kesusahan dan segala yang manindas kita serta bangkit bekerja.” Demikian juga Clemens dari Alexandria (220M) mengatakan bahwa: “hari pertama dari tiap-tiap pekan telah menjadi hari perhentian, karena kebangkitan (Tuhan Yesus) dari kematian.” 

Sumber: http://www.yabina.org/artikel/A'02_49.htm

 

Kemurtadan dan penyimpangan-penyimpangan terhadap firman Tuhan telah terjadi dimana-mana, tetapi memang inilah salah satu tanda kedatangan Yesus yang kedua kali. Yang mana yang akan kita pilih? Firman Tuhan atau kata manusia? Mengikuti Tuhan yang adalah Pencipta yang menyuruh kita untuk menguduskan hari sabat hari ketujuh atau mengikuti kata manusia yang menyuruh menghormati hari minggu hari pertama?

 

Mari kita baca lagi apa yang dikatakan firman Tuhan tentang hari sabat, hari ketujuh ini dalam kitab Ibrani.

Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."

Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Ibrani 4:4,9

Hari sabat, hari ketujuh ini tetap harus dipelihara oleh umat Tuhan…

 

Mari kita baca juga apa kata Paulus dalam suratnya di jemaat Galatia:

Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Galatia 1:8
 

Yosua 24:15 adalah salah satu ayat kesenangan saya, ayat ini berbunyi: “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah/menyembah, tetapi aku dan seisi rumahku kami akan beribadah (melayani) TUHAN.”

Biarlah ini juga menjadi pilihan saudara yang membaca artikel ini.

 

Kita lanjutkan…

Berikut ini mari kita lihat pengakuan orang-orang yang mengakui kebenaran sabat ini:

 

“Anda boleh membaca dari Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu dan anda tidak akan pernah menemukan satu pernyataan pun yang memberikan kekuasaan untuk menguduskan hari Minggu. Alkitab menegaskan penyucian hari Sabtu, yaitu hari yang kita sendiri tidak menyucikannya.” – Kardinal Gibbons, Faith of Our Fathers, hlm. 111, 112
 

Andrew Fisher, tadinya adalah imam Katolik, memikirkan matang-matang dari hal keputusannya untuk berbakti pada hari sabat. Perbaktian hari Minggu menurut dia adalah penggenapan langsung dari kuasa kepausan "mengubah waktu dan hukum" separti dinubuatkan dalam Daniel 7:25. Fisher kehilangan hidupnya oleh sebab pendiriannya itu. Tahun 1529, tuan dan nyonya Andrew Fisher dijatuhi hukuman mati.

 

Sahabat Martin Luther bernama Andreas Carldstadt menerima kebenaran hari sabat pada tahun 1524. Setelah 2 tahun berpisah dengan Luther dia menulis sebuah risalah penting berjudul "Dari hal Sabat dan hari-hari suci yang diperintahkan." Sangat menarik karena Luther lalu membalasnya sebagai berikut: "Kalau Carlstadt harus menulis banyak lagi tentang hari sabat, hari minggu pun harus ditinggalkan dan hari sabat yaitu hari ketujuh harus dirayakan." -- Sabbath in Scripture and History, Review and Herald Publishing Association, 1982 hlm 217.

Pengakuan Martin Luther di Augsburg, dia menuliskan pernyataan yang kuat menjelaskan pengertiannya dari hal persoalan yang penting: "Diduga keras Katoliklah yang mengubah hari sabat kepada hari minggu, hari Tuhan, nyatanya bertentangan dengan Sepuluh Hukum. Tidak ada lagi contoh kecongkakan yang lebih besar daripada mengubah hukum hari sabat...--Luther, Your Augsburg Confession, dikutip dari buku The Creeds of Christendom, Philip Schaff, jilid 3 hal. 64.

Selama pengadilan Martin Luther, Uskup Agung, Reggio menyuruh Dr. Eck yang terkenal untuk menentang Martin Luther, persoalan berpusat sekitar kekuasaan dan wibawa gereja...Jika ada pertentangan yang jelas antara Alkitab dan Gereja kepada siapa anda lebih percaya? Perdebatan itu berlangsung berhari-hari, akhirnya Dr. Eck mengambil kesimpulan terakhir. Oleh sebab gereja Katolik mengubah Sabat dari hari Sabtu kepada hari Minggu, kekuasaan gereja lebih tinggi dari Alkitab. Dengan menerima hari Minggu, gereja Protestan menerima kuasa gereja Katolik.

 

Pastor gereja Katolik (kepausan) dengan jelas mengakui mengubah hari sabat kepada hari minggu. Perhatikan kutipan-kutipan berikut ini:

"Pemeliharaan hari Minggu oleh gereja Protestan adalah penghormatan yang mereka berikan, mengabaikan diri mereka sendiri, lalu memberikannya kepada gereja Katolik." -- Plain Talk About Protestant oleh Father Segur, hal. 213.

"Gereja Katolik yang sudah berdiri seribu tahun lebih dulu dari gereja Protestan, dengan kebijaksanaan misi Ketuhanannya mengubah hari Sabtu ke hari Minggu." -- Catholic Mirror, Sept 1893.

"Anda adalah seorang Protestan dan mengaku akan mengikuti hanya Alkitab, tetapi anda melawan huruf-huruf ayat-ayat Alkitab yang isinya jelas, lalu menaruh hari yang lain di tempat hari sabat. Perintah untuk menyucikan hari ketujuh adalah satu dari sepuluh perintah; siapa yang memberi anda kuasa untuk mencongkel yang ke empat?" -- Library of Christian Doctrine, hal.3.

"Protestan tidak mempunya satu ayat Alkitab pun untuk memastikan hari perhentian mereka. Mereka meniadakan pemeliharaan hari sabat Alkitab tanpa jaminan dan menjadikan hari minggu mengganti tempatnya tanpa ada dukungan, akibatnya mereka memelihara hari minggu hanya karena tradisi". -- Keenan's Doctrinal Catechism, hal. 354.

 

"Jika anda mencari dalam Alkitab untuk pemeliharaan hari Minggu, anda tak akan mendapatkannya...adalah baik untuk mengingatkan anggota-anggota Presbyterian, Metodis, Baptis, dan semua gereja Kristen lain di luar batas gereja induk (Katolik) bahwa Alkitab tidak mendukung mereka dimana pun dalam pemeliharaan hari minggu. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh lah satu-satunya yang dengan benar menggunakan istilah "Sabat." Karena mereka benar-benar menyucikan hari ketujuh dan bukan hari pertama, sebagai hari perhentian." -- Clifton Tract, jld. 4, hal. 15.

 

"Dengan menggunakan akal budi dan pikiran sehat kita harus memilih salah satu dari dua pilihan ini; menjadi Protestan dengan memelihara hari sabtu atau menjadi Katolik dan memelihara hari MInggu. Berkompromi adalah mustahil" -- American Catholic Quarterly Review, Januari 1883.

 

Pengakuan Dari Gereja-Gereja:

Kutipan dari penganut Metodis:

"Adalah benar, bahwa tidak ada perintah pasti untuk baptisan bayi...atau perintah untuk menyucikan hari pertama dari minggu." -- Dr. Benney, M. E. Theological Compendium, hal. 103.

 

Kutipan dari penganut Gereja Persekutuan:

"Cukup jelas bahwa bagaimana teguh atau taat pun kita memelihara hari minggu, kita bukan memelihara hari sabat...Hari Sabat telah diadakan atau dilembagakan atas perintah Allah yang khusus dan tertentu. Kita tidak bisa menggunakan perintah sedemikian itu untuk memeliharakan hari minggu...Tidak ada satu pun ayat Alkitab Perjanjian Baru yang menganjurkan agar kita menjatuhkan hukuman bila ada yang melanggar hari minggu yang kita anggap suci." -- The Ten Commandments, R. W. Dale, D. D.

 

Kutipan dari penganut Gereja Presbyterian:

"Sabat orang Kristen (hari Minggu) tidak terdapat dalam Alkitab, dan juga oleh gereja zaman dulu pun tidak disebut sabat." -- Dwight's Theology, jld 4, hal. 401.

"Allah melembagakan hari sabat pada waktu menciptakan manusia, memisahkan hari ketujuh untuk maksud tersebut, dan mengharuskan untuk menyucikannya, sebagai kewajiban moral bangsa manusia yang harus dipelihara seluruh umat manusia secara terus menerus. " -- Dr. Achhilagd Hodges, dalam traktat no. 175 dari selebaran dewan gereja Presbyterian.

 

Kutipan dari penganut Gereja di Inggris:

"Hari ketujuh dari minggu itu telah dihentikan dari haknya sebagai hari yang wajib disucikan dan hak istimewanya telah dipindahkan kepada hari pertama, tanpa ada perintah atau aturan langsung dari Alkitab" -- William E. Gladstone dalam Later Gleanings, hal. 342.

"Tidak ada kata, petunjuk atau isyarat, dalam Alkitab Perjanjian Baru supaya berhenti bekerja pada hari Minggu...untuk perhentian pada hari minggu tidak termasuk dalam hukum Allah...Penyucian hari Rabu Abu untuk berpuasa sebagai hari pertama puasa Paskah mempunyai dasar yang sama dengan penyucian hari minggu." -- Canon Eyton dalam Ten Commandments, hal. 62, 63, 65.

Selanjutnya kita lihat kutipan dari Gereja Yesus Sejati:
Asal Mula Sabat jadi Hari Minggu
Bukti yang panjang lebar dari sejarah menunjukkan bahwa merayakan hari Minggu berasal dari pemuja berhala yang menyembah dewa matahari. Bulan Maret tahun 321 M, Kekaisaran Konstantinopel Roma (yang merupakan penyembah dewa matahari yang pertama dan lalu diikuti oleh umat Kristiani) mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa hari Minggu merupakan hari yang sah sebagai hari untuk beristirahat. Pada tahun 336 M, Gereja Katolik Roma secara resmi mengganti hari Sabat yang telah ditetapkan Tuhan menjadi hari Minggu untuk kepentingan politik dan ekonomi. Sejak itu, Sabat yang sebenarnya, secara bertahap mulai dijalankan pada hari Minggu dan hal ini terus berlangsung sampai hari ini. Alkitab mengatakan bahwa Sabat adalah selalu pada hari ke–7 dari seminggu atau pada hari Sabtu. Diluar dari kelaziman, pelaksanaan pada hari Minggu menunjukkan kebobrokan dalam agama Kristen. Kita harus melihat pada alkitab yang merupakan sumber kita dan memegang hari ke–7 yaitu hari Sabat sesuai dengan yang ditetapkan Allah.
Sumber:  http://www.gys.or.id/HariSabat.asp

Kutipan dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh/GMAHK (The Seventh-Day Adventist):
Segolongan Kristen yang percaya Alkitab yang menanti kedatangan Yesus yang kedua kali, memelihara hukum-hukum Allah, memelihara hari Sabat sesuai dengan Sepuluh Hukum Allah. Umat Masehi Advent Hari Ketujuh adalah orang-orang yang meneruskan obor kebenaran firman Tuhan yang terangkat tinggi dari zaman ke zaman sampai Yesus datang kedua kali...dikutip dari berbagai sumber diantaranya, buku "hari yang hampir dilupakan" hal. 106-123 (dalam cetakkan bhs. Inggris: The Almost Forgotten Day).
 

Mari kita lihat siapa iblis atau setan itu dan apa sasarannya di akhir zaman ini?
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Yohanes 8:44
ingat setan itu pintar, dia akan memalsukan firman Tuhan, membuat seakan-akan itu benar, memasukkan ajaran-ajaran tradisi manusia ke dalam gereja, sehingga gereja bukan lagi firman Tuhan melainkan tradisi manusia.

 

Kita lihat apa sasaran setan di akhir zaman?
Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Wahyu 12:17 

sasaran setan di akhir zaman ini adalah para umat Tuhan yang masih menuruti hukum-hukum Allah.
 

Apa nasehat dari para rasul bagi kita, seperti yang pernah dialami oleh mereka?
Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia." Kisah 5:29
kiranya pilihan rasul-rasul ini menjadi bagian kita juga yang hidup sekarang ini.

 

 

3.

Apakah Hari Sabat hanya untuk orang Yahudi?

 

Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat." Markus 2:27,28
Perhatikan kalimat “Hari Sabat diadakan untuk manusia”, apakah hanya orang Yahudi yang manusia? Apakah saudara dan saya bukan manusia? Kalau hari sabat hanya untuk orang Yahudi berarti 10 hukum Allahpun hanya untuk orang Yahudi dan perintah-perintah Allahpun hanya untuk orang Yahudi.
Jadi tidaklah demikian, jangan membuat statement sendiri bahwa hari sabat hanya untuk orang Yahudi. Kalimat diatas dengan jelas menyatakan bahwa hari sabat adalah untuk manusia. Siapa yang merasa dirinya sebagai manusia seharusnyalah menguduskan hari sabat itu. Hari sabat adalah untuk semua manusia dari berbagai suku, bangsa, bahasa dan kaum.
Kalimat yang mengatakan jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat." mempunyai arti bahwa Yesus yang merupakan salah satu dari oknum ke-Allahan yang merupakan satu kesatuan yang sekarang menjelma sebagai Anak Manusia adalah juga yang mempunyai hari sabat itu. Jadi Dia berhak mengatur dan mengatakan bagaimana seharusnya hari sabat itu, karena Dia yang mempunyai atau dengan kata lain Tuhan atas hari sabat itu.
Bukti lain juga dikuatkan dalam Ibrani 4:9 yang berbunyi: "Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah."
Umat Allah adalah saudara dan saya, semua bangsa di muka bumi ini yang mau menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Yesus memang orang Yahudi, Paulus, Petrus juga orang Yahudi, tetapi hari sabat adalah untuk semua orang, hukum-hukumNya untuk semua orang, firmanNya untuk semua orang, memang firman atau injil kebenaran ini mulai dari sana, menyebar luas dan sampai ke ujung bumi, mari kita lihat pesan Yesus sebelum terangkat ke sorga:
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kisah Para Rasul 1:8
Pemberitaan injil ini memang mulai dari sana yaitu Yerusalem, lalu seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke ujung bumi, kita harus mengabarkan injil ke seluruh dunia, karena injil ini bukan hanya untuk orang Yahudi, tetapi untuk semua orang, sampai ke ujung bumi. "Yesus segera datang, mari kita menginjil..."


Renungkanlah kutipan di bawah ini :
Bagaimana seorang pembaharu (protestan) akan menjawab tantangan ini? "Engkau akan menceritakan kepada saya bahwa hari Sabtu adalah hari Sabat Yahudi, tetapi hari Sabat orang Kristen telah ditukar kepada hari Minggu! Tetapi oleh siapa? Siapa yang mempunyai kuasa untuk mengubah hukum yang tegas dari Allah yang Mahakuasa? Ketika Allah telah berbicara dan mengatakan, Engkau harus menyucikan hari ketujuh, siapa yang akan berani mengatakan, "Tidak", engkau boleh bekerja dan melakukan segala hal pekerjaan duniawi pada hari ketujuh; tetapi engkau harus menyucikan hari pertama sebagai gantinya? Ini adalah pertanyaan yang sangat penting, yang saya tahu bagaimana engkau dapat menjawabnya.

     "Engkau adalah seorang pembaharu (protestan), dan engkau mengakui berjalan dengan Alkitab dan hanya Alkitab; namun dalam hal yang begitu penting seperti pemeliharaan satu hari dalam tujuh hari sebagai hari yang suci, engkau berjalan melawan tulisan Alkitab yang nyata, dan menempatkan hari lain untuk menggantikan hari yang telah diperintahkan Alkitab. Perintah untuk menyucikan hari ketujuh adalah salah satu dari kesepuluh perintah itu; engkau percaya bahwa kesembilan yang lain tetap mengikat, siapa memberikan kuasa kepadamu untuk mengubah perintah yang keempat itu? Jika engkau berpendirian tetap kepada prinsipmu sendiri, jika engkau benar-benar mengikut Alkitab dan hanya Alkitab, engkau harus mampu untuk menunjukkan beberapa bagian dari Perjanjian Baru di mana perintah keempat ini dengan sengaja diubah." Library of Christian Doctrine: Why Don't You Keep the Sabbath Day? Halaman 3, 4. London: Burns and Oats.

 

4.

Hari apakah hari sabat itu? Apakah hari minggu adalah hari sabat?

 


Perjanjian Baru : Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Ibrani 4:9.
Perjanjian Lama : ...hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu;...Keluaran 20:8-11.

Alkitab baik Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama sama-sama mendukung hari sabat hari ketujuh, hari perhentian ini. Jadi tidak benar pendapat bahwa hari sabat hanya berlaku di Perjanjian Lama.
Hari apakah hari sabat itu? Sesuai Alkitab (perjanjian baru maupun perjanjian lama) Hari ketujuh adalah hari sabat (hari perhentian).

Alkitab mencatat bahwa Yesus bangkit pada hari pertama yaitu setelah hari sabat lewat (Matius 28:1), anda pasti yakin bahwa Yesus bangkit pada hari minggu, itu memang benar karena hari minggu adalah hari pertama.

Pertanyaan selanjutnya adalah hari apakah hari ketujuh itu? Hari ketujuh adalah hari sabtu dan hari pertama adalah hari minggu.
Alkitab mengatakan bahwa hari ketujuh adalah hari sabat berarti hari sabtu adalah hari sabat.

Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Keluaran 20:8-11
Inilah isi Hukum keempat dari 10 Hukum Allah yang mengatur tentang hari sabat.
 

ayat ini sudah sangat jelas dan tegas, bahwa Tuhan menyuruh kita untuk menguduskan hari ketujuh, bukan salah satu dari tujuh hari, bukan semau kita, Tuhan telah tetapkan hari ketujuh yaitu hari sabat, akhir dari pekan itu untuk kita kuduskan. Hari ketujuh adalah hari sabtu, kata sabtu berarti tujuh, hari sabtu adalah hari ketujuh, berarti hari sabtu adalah hari sabat. Hari minggu disebut juga hari ahad. Ahad artinya pertama, hari minggu adalah hari pertama.

 

Ada saja bahkan begitu banyak orang Kristen yang menjelaskan ayat di atas ini dengan mengatakan bahwa hari apa saja boleh dikuduskan, dengan mengatakan perhitungan hari tidak penting. ilustrasi yang digunakan adalah sebagai berikut:
--Seorang anak membawa 7 buah apel dalam suatu wadah kepada 6 orang temannya. anak ini berkata, "Ibu saya berkata bahwa enam dari apel-apel ini untuk kalian, tetapi apel ketujuh untuk saya." Namun yang manakah di antara apel-apel ini yang adalah apel ketujuh?
Kita tentu tidak akan tahu sampai teman-teman anak ini selesai mengambil keenam apel pertama. Apel ketujuh itu bisa jadi apel yang mana saja dari ketujuh apel ini. Pada saat anak ini berkata bahwa ia akan mendapatkan apel ketujuh, yang ia maksudkan hanyalah bahwa salah satu dari ketujuh apel itu adalah miliknya.--

Baca kembali baik-baik ayat diatas tadi. yang TUHAN minta adalah hari ketujuh… bukan salah satu dari tujuh hari.

Perhitungan hari bukan seperti apel yang diambil secara acak. Kalau anda mengilustrasikan hari seperti apel, berarti anda juga harus meyakini bahwa Yesus bangkit bisa hari senin atau selasa atau hari apa saja, kalau anda merasa hari tidak penting, berarti kalau dosen anda mengatakan hari kelima setelah ujian kamu harus menghadap saya, apakah anda akan datang hari apa saja karena perhitungan hari tidak penting? Bagaimana dengan nasib nilai anda? TIDAKLAH demikian…apalagi yang meminta hari ketujuh ini bukan dosen yang adalah manusia biasa, tetapi yang meminta ini adalah PENCIPTA alam semesta… Tuhan meminta menguduskan hari ketujuh, BUKAN salah satu dari tujuh hari…JANGAN menyamakan ilustrasi apel yang adalah acak dengan hari yang TUHAN sudah tentukan dengan berurut. Hari pertama TUHAN menjadikan terang, hari kedua cakrawala, dan seterusnya dan ALLAH berhenti pada hari ketujuh, ALLAH tidak berhenti menciptakan pada hari 1 – 6, tetapi pada hari ketujuh itulah ALLAH berhenti, berkati dan kuduskan, itulah hari sabat…

Hari apakah hari sabat itu? Hari ketujuh adalah hari sabat.

Pertanyaan selanjutnya adalah hari apakah hari ketujuh itu? Hari Sabtu adalah hari ketujuh dan hari minggu adalah hari pertama, berarti hari sabtu adalah hari sabat. Bagaimana cara membuktikannya? Ok, mari kita buktikan!

Kata sabtu berarti tujuh. Hari sabtu berarti hari ketujuh, dan hari minggu disebut juga hari ahad yang berarti pertama, hari minggu adalah hari pertama.

Mari kita lihat bunyi firman Tuhan dalam Alkitab:
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Matius 28:1
Memang kata minggu disitu bukan menunjukkan hari tetapi menunjukkan pekan. Mari kita lihat bahasa aslinya: In the end of the sabbath, as it began to dawn toward the first day of the week, came Mary Magdalene and the other Mary to see the sepulchre. Matthew 28:1

Intinya ayat di atas mengatakan bahwa setelah hari sabat (hari ketujuh) lewat, tibalah hari pertama, dan Yesus bangkit pada hari pertama, ok hari apa hari pertama itu? Anda dan saya pasti yakin Yesus bangkit pada hari minggu, dan memang hari pertama adalah hari minggu.

Saat itu belum ada sebutan nama-nama hari seperti jumat, sabtu, minggu, dan hari-hari lainnya…tetapi hari ketujuh mempunyai referensi yang sangat kuat yang sekarang kita sebut dengan hari sabtu, dan hari pertama mempunyai referensi kepada hari yang sekarang kita sebut dengan minggu. kalau anda mengatakan bahwa hari minggu adalah hari ketujuh berarti hari pertama adalah hari senin, dan karena firman Tuhan katakan Yesus bangkit pada hari pertama berarti hari kebangkitan Yesus adalah hari senin.

Tentu tidaklah demikian, tidak perlu menjadi masalah mengenai perhitungan hari. Perhitungan atau urutan hari tidak pernah berubah, hari pertama tetap hari minggu dan hari ketujuh tetap hari sabtu. Memang dulu kalender pernah berubah dari kalender julian ke gregorian, tetapi urutan hari tidak pernah diganggu (berubah), yang berubah adalah tanggalnya. Pembahasan selanjutnya nanti akan kita lihat dan bahas mengenai kalender gregory (gregorian).

Sebagai bukti lain dari Alkitab, mari kita lihat lagi dalam buku Lukas mulai dari Yesus disalibkan (Yesus mati), Yesus di dalam kubur, dan Yesus bangkit:
Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.

Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Lukas 23:54, 56b dan 24:1

Dari ayat di atas terdapat 3 hari yaitu, hari persiapan, hari sabat dan hari pertama dalam minggu. ok, hari apakah hari persiapan itu? ambillah Alkitab anda dan bukalah kamus Alkitab, lalu cari kata “hari persiapan”, disana anda akan menemukan kata-kata seperti ini, hari persiapan: Hari sebelum hari Sabat, jadi hari Jumat, dimana persiapan untuk Sabat (Mat. 27:62) atau Paskah (Yoh. 19:14) sudah dimulai.
Kamus Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa hari persiapan adalah hari jumat, hari sebelum hari sabat. Perhatikan ayat di atas yang mengatakan. Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai. Hari persiapan adalah hari jumat, berarti setelah hari jumat datanglah hari sabat. Hari apakah hari sesudah hari jumat? Hari sabtu, berarti hari sabtu adalah hari sabat, hari ketujuh, dan hari minggu adalah hari pertama, hari dimana Yesus bangkit. Tidak ada dalih lagi karena Alkitab yang mengatakannya.

Pengalaman saya secara pribadipun ada pada waktu berkuliah di universitas komputer indonesia (unikom) bandung, yaitu pada waktu mata kuliah aplikasi teknologi online, dan juga mata kuliah praktikum basis data (lab), disana 2 dosen yang berbeda yang berasal dari saudara-saudara kita yang dari muslim, masing-masing mengatakan bahwa perhitungan hari dimulai dari minggu sampai sabtu…minggu itu hari pertama, senin hari kedua, dan seterusnya hari sabtu adalah hari ketujuh.

Anda juga bisa melihat kalender atau membuka kamus dan ensiklopedia atau kalau di internet coba buka wikipedia.org carilah mengenai urutan hari, dan anda tidak akan pernah menemukan bahwa hari minggu adalah hari ketujuh. hari sabtu adalah hari ketujuh dan hari minggu adalah hari pertama.

Contoh yang kongkrit atau nyata dalam memelihara sabat adalah orang Yahudi, dimana saja anda menemukan orang Yahudi, sampai sekarang mereka orang Yahudi masih memelihara sabat hari ketujuh, yaitu hari sabtu.
Yesus adalah orang Yahudi, Paulus juga orang Yahudi, tetapi hari sabat bukan hanya untuk orang Yahudi, hari sabat yang Allah jadikan adalah untuk semua orang (Markus 2:27), untuk semua umatNya (Ibrani 4:9), untuk semua manusia, saudara dan saya.

Apakah hari minggu adalah hari sabat?
Sudah dijelaskan panjang lebar di atas bahwa hari sabat adalah hari ketujuh dan hari minggu adalah hari pertama, mari kita lihat ayatnya dalam Alkitab:
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Matius 28:1
Ayat ini dengan jelas menyatakan perbedaan antara hari sabat (hari ketujuh) dengan hari pertama. Kitab Matius pasal 28:1-15 berbicara mengenai kebangkitan Yesus. Kita semua pasti meyakini bahwa Yesus bangkit pada hari minggu. Hari minggu adalah hari pertama, berarti hari ketujuh adalah hari sabtu. Hari ketujuh itulah hari sabat, berarti hari minggu bukan hari sabat karena hari minggu hari pertama.
Namun dengan berbagai alasan mengatakan bahwa hari minggu adalah hari sabat…

 

Alasan pertama: mengikuti kalender Gregorian yaitu perhitungan hari dimulai dari hari senin dan berakhir hari minggu, berarti hari minggu adalah hari ketujuh…
Pernyataan itu tidak benar, karena urutan hari tidak pernah berubah, kalender gregorian pun tidak pernah merubah urutan hari, yang berubah adalah tanggalnya. Ok, kalau dikatakan hari minggu adalah hari ketujuh, berarti hari pertama adalah hari senin. Pertanyaan saya adalah apakah Yesus bangkit hari senin? Sebab Yesus bangkit pada hari pertama. tentu tidak, kalender Gregorianpun mengakui bahwa Yesus disalibkan dan mati pada hari jumat, sehingga disebut dengan jumat agung dan bangkit pada hari minggu. Apapun alasan anda mengikuti kalender Gregorian, pertanyaan saya selanjutnya adalah apakah kita mau mengikuti firman Tuhan (Alkitab) ataukah kata gregorian? Siapa yang akan anda ikut, kata Tuhan yang adalah Pencipta melalui Alkitab yang kita semua meyakini itu sebagai fiman Tuhan yang mengatakan bahwa hari minggu adalah hari pertama ataukah kata manusia yang hanya ciptaan saja yang mengubah hari sabat dari hari sabtu ke hari minggu, yang mengatakan bahwa hari senin adalah hari pertama?

Kalender Gregorian pun mengakui bahwa Yesus disalibkan dan mati pada hari jumat, sehingga disebut dengan jumat agung dan bangkit pada hari minggu hari pertama. ingat kalender gregorian tidak bisa dijadikan alasan, karena pada waktu perpindahan atau pergantian dari Kalender Julius (Julian) ke Kalender Gregory (Gregorian), urutan hari tidak pernah diganggu, yang berubah adalah tanggalnya bukan harinya. urutan hari tetap seperti biasa yaitu minggu, senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu.
Pembahasan selanjutnya nanti akan dibahas mengenai kalender gregory (gregorian).

Alasan kedua: adalah karena hari sabat sudah dihapus Yesus dan karena Yesus bangkit pada hari minggu sehingga hari sabat dipindahkan ke hari minggu…
Sabat hari ketujuh tidak dihapus Yesus. ingat yang menjadi kunci dalam kolose 2:16,17 (ayat kunci adalah ayat 17) adalah, hari sabat yang mengarah atau yang berhubungan dengan Yesus sebagai korban, seperti sabat yobel, hari raya grafirat (pendamaian) dimana hari itu harus merupakan suatu sabat, itulah yang dihapus Yesus, bukan sabat hari ketujuh yang kekal, yang mengarah ke penciptaan dunia ini, begitu juga dengan makanan-minuman, hari-hari raya, semua itu yang berhubungan atau melambangkan atau mewujudkan atau yang merujuk kepada Yesus sebagai korban, semua hukum upacara-upacara itulah yang sudah dihapus Yesus, dan Paulus mengatakan bahwa umat Tuhan tidak perlu lagi untuk merayakan itu, sebagai contoh hari raya paskah, tidak perlu lagi kita rayakan paskah karena domba paskah sebenarnya adalah Yesus, mari kita lihat kata Paulus:
Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. I Korintus 5:7.
untuk lebih jelasnya lihat pembahasan no. 7 nanti yang berjudul "Apakah hari sabat masih berlaku ataukah sudah dipakukan di kayu salib?". ikuti pembahasan selanjutnya nanti secara rinci.

Apakah karena Yesus bangkit pada hari minggu sehingga hari sabat dipindahkan ke hari minggu?
Betul bahwa kebangkitan Yesus sangat mulia, tetapi Yesus tidak pernah menyuruh untuk merayakan hari kebangkitanNya…
Untuk lebih jelasnya lihat pembahasan no. 6 nanti yang berjudul "Apakah karena Yesus bangkit pada hari minggu (hari kebangkitan) sehingga hari sabat dirubah ke hari minggu?" ikuti pembahasan selanjutnya nanti secara rinci.

 

 

5.

Apakah perubahan kalender dari Julian (Julius) ke Gregorian (Gregory) mempengaruhi perhitungan hari?

 

Sekaranglah saatnya kita bahas mengenai kalender Gregorian.
Apakah Perubahan Kalender Mengganggu Hari Sabat?
Mari kita lihat kutipan di bawah ini:
"Harus dicatat bahwa pada zaman Kristen urutan hari dari minggu tidak pernah diganggu. Jadi ketika Paus Gregory XIII membaharui kalender tahun 1582, Kamis 4 Oktober, diikuti oleh hari Jumat, 15 Oktober. Demikian juga Inggris tahun 1752, Rabu, 2 September, diikuti oleh hari kamis, 14 September. -- The Catholic Encyclopedia, jillid III, art. "Chronology," halaman 740.



Perhatikan kalender di atas, ketika Kalender Julius diperbaiki oleh Paus Gregory tahun 1582, sepuluh tanggal dihapuskan dari kalender itu dihitung seperti yang ditunjukkan di atas. Hari Kamis tanggal 4 lalu diikuti hari Jumat tanggal 15. Perhitungan atau urutan hari itu tidak diubah atau diganggu, dalam kalender pun tidak ada perubahan. Jadi urutan hari tetap sama, yaitu dari Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu, yang berubah adalah tanggalnya.

*/ Mark Finley, penulis buku "Hari Yang Hampir Dilupakan" menanyakan langsung kepada ahli Ilmu Perbintangan Kerajaan di Royal Greenwich Observatory, London, Inggris. Observatorium Greenwich ini menyimpan semua catatan yang akurat tentang waktu di seluruh dunia.

Mark Finley menulis "Sehubungan dengan usaha untuk mendapatkan bukti yang nyata tentang asal usul dan berkesinambungannya siklus mingguan, saya memutuskan untuk menulis surat kepada ahli Ilmu Perbintangan Kerajaan di Royal Greenwich Observatory, London, Inggris. Observatorium Greenwich ini menyimpan catatan yang akurat tentang waktu di seluruh dunia.
Inilah surat saya yang ditulis pada tanggal 11 Februari 1974:

"Tuan yang terhormat:
Pada saat ini saya sedang mengadakan penelitian tentang urutan siklus mingguan yang tidak pernah putus. Beberapa ahli ilmu perbintangan Eropa menyatakan bahwa siklus mingguan telah sampai kepada kita secara terus menerus dan tidak pernah putus sejak waktu yang lalu; dengan kata lain, bahwa hari ketujuh yang kita miliki dalam siklus mingguan sekarang ini, misalnya saja, adalah sama dengan hari ketujuh dalam minggu yang terdapat di zaman Alkitab. Pertanyaan saya terbagi dalam tiga bagian:
1. Apakah hasil penyelidikan Anda sehubungan dengan siklus mingguan yang tidak pernah putus sejak masa yang lalu itu?
2. Apakah dengan adanya perubahan kalender di masa yang lalu (dari Julian ke Gregorian, dan sebagainya) mempengaruhi siklus mingguan tersebut?
3. Apakah hari Sabtu yang kita miliki pada zaman ini mempunyai pernyataan garis lurus yang sama dalam siklus tujuh hari dibandingkan dengan hari Sabtu yang disebutkan dalam catatan Alkitab pada hari penyaliban Kristus?
"Saya sangat menghargai waktu yang Anda gunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan dengan segera mengharapkan jawabannya.
Hormat saya, Mark Finley"

Dan inilah jawabannya:
Tuan yang terhormat:
"Surat saudara yang ditujukan kepada ahli Ilmu Perbintangan Kerajaan di Greenwich telah dikirimkan kepada kami, dan pimpinannya telah meminta saya untuk menjawabnya.
"Kesinambungan tujuh hari dalam satu minggu sudah dipertahankan sejak zaman yang paling awal dalam agama orang Yahudi.
"Ahli perbintangan boleh jadi menaruh perhatian sehubungan dengan keputusan-keputusan tentang waktu, tanggal di kalender, dan tahun. Akan tetapi, oleh karena siklus mingguan adalah siklus sipil, sosial, dan agama, maka tidak ada alasan apapun yang membuat hal itu diganggu oleh penyesuaian yang terjadi di dalam kalender. Setiap usaha yang dilakukan untuk mengganggu siklus tujuh hari itu selalu saja menimbulkan tantangan yang sangat keras dari pihak kekuasaan bangsa Yahudi, dan kita memastikan bahwa tidak ada gangguan apapun yang terjadi dengan adanya perubahan. Perubahan model kalender dari Julian ke Gregorian (1582-1927) sudah terjadi tetapi siklus urutan hari dalam minggu itu tidak berubah.
Sahabatmu , R. H. Tucker Pegawai urusan Penerangan"

(Hari Yang Hampir Dilupakan, hal. 30-32)

*/ Ada satu statement mengatakan bahwa jika seorang ahli perbintangan dikurung selama enam bulan dalam sebuah gua di bawah tanah tanpa jam dan kalender atau alat apapun sehingga ia kehilangan jejak perhitungan hari, hanya dalam beberapa jam di dalam sebuah teropong bintang, dengan memeriksa posisi dan gerakan bintang-bintang, ia akan sanggup mengetahui waktu, penanggalan serta hari apa saat itu.

*/ Tiga kalender yaitu kalender Yahudi, kalender Kristiani dan kalender Islam. Walau ada beberapa perbedaan dalam beberapa hal tetapi khusus untuk urutan hari, Semua urutan hari pada kalender ini dalam seminggu adalah sama.
~ beberapa sumber diambil dari http://www.dianweb.org/Sabat/MON_5.HTM

 

Kita sudah ikuti "perjalanan sabat" pada pembahasan 1 diatas bahwa hari sabat sudah dimulai dari penciptaan dunia ini, zaman bangsa Israel, zaman Yesus, zaman rasul-rasul, zaman kita, bahkan sampai di dunia baru nanti. Seperti sudah dikatakan di atas bahwa contoh yang kongkrit atau nyata dalam memelihara hari sabat adalah orang Yahudi, dimana saja anda menemukan orang Yahudi, sampai sekarang mereka orang Yahudi masih memelihara sabat hari ketujuh, yaitu hari sabtu.
Jadi urutan hari yang tidak pernah berubah itu, hari sabtu adalah sama dengan hari sabat yang disucikan mulai saat penciptaan dunia ini, zaman bangsa israel, zaman Yahudi yaitu Yesus dan rasul-rasul sampai sekarang bahkan sampai di dunia baru nanti.

Yesus adalah orang Yahudi, Paulus juga orang Yahudi, tetapi hari sabat bukan hanya untuk orang Yahudi, hari sabat yang Allah jadikan adalah untuk semua orang (Markus 2:27), untuk semua umatNya (Ibrani 4:9), untuk semua manusia, saudara dan saya.

Memang firman atau injil kebenaran ini mulai dari sana, menyebar luas sampai ke ujung bumi seperti pesan Yesus sebelum terangkat ke sorga:
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kisah Para Rasul 1:8
Pemberitaan injil, terang kebenaran ini memang mulai dari saya yaitu Yerusalem, lalu seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke ujung bumi, kita harus mengabarkan injil ke seluruh dunia, karena injil ini bukan hanya untuk orang Yahudi, tetapi untuk semua orang, sampai ke ujung bumi. "Yesus segera datang, mari kita menginjil..."
 

 

6.

Apakah karena Yesus bangkit pada hari minggu (hari kebangkitan) sehingga hari sabat dirubah ke hari minggu?

 

Yang menjadi pertanyaan adalah mulai kapan hari minggu mulai menjadi hari istirahat menggantikan hari sabat? Apakah zaman rasul-rasul? Tidak, rasul-rasul masih dan selalu dengan setia menguduskan hari sabat.

Hanyalah pada abad ke empat hari minggu menjadi hari istirahat sebagai akibat dari dekrit kaisar Constantine pada tahun 321. Bila masih kurang jelas, baca kembali pembahasan 2 yang berjudul "Sejarah Penyucian Hari Minggu."

 

Sabda penting dari Tuhan Yesus yang telah bangkit mengandung ajakan BUKAN untuk "datang dan merayakan kebangkitanKu" tetapi malahan ‘pergi dan kabarkan ke saudara-saudaraKu untuk datang ke Galilea’  (Matius 28:10; Markus 16:7); ‘Pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu, baptiskan mereka…(Matius 28:19; Markus 16:15); ‘pergilah kepada saudara-saudaraKu’ (Yohanes 20:17); ‘gembalakanlah domba-dombaKu’ (Yohanes 21:17). Tidak satupun dari himbauan-himbauan ini mengajak untuk merayakan kebangkitan dengan berbakti atau beristirahat pada hari minggu dengan menggantikan hari sabat.

 

Memang betul kebangkitan Yesus itu sangat mulia, tetapi Tuhan tidak pernah menyuruh merayakan hari kebangkitanNya apalagi dengan menggantikan hari sabat, coba baca tulisan rasul Paulus dalam I Korintus 15, yang mana 1 pasal full mulai ayat 1-58, semuanya berbicara mengenai kebangkitan Yesus...adakah 1 ayat saja yang menyuruh menggantikan hari sabat hari ketujuh ke hari pertama hari kebangkitan Yesus? anda tidak akan pernah menemukannya, sebaliknya kita diingatkan lagi dalam Ibrani 4:4,9 untuk tetap memelihara hari ketujuh, hari perhentian, kita lihat ayatnya:

Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."

Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Ibrani 4:4,9

Siapakah umat Allah di ayat ini, apakah hanya orang Yahudi yang umat Allah? anda dan sayapun adalah umatNya, hari sabat dijadikan untuk manusia (Markus 2:27). Jadi Firman Tuhan dengan jelas dan tegas menyuruh kita untuk berhenti dan tetap menyucikan hari sabat, hari ketujuh itu.

 

Apakah Yesus di atas dunia ini menguduskan hari sabat? Ya pasti…

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Lukas 4:16

Perhatikan kalimat “menurut kebiasaanNya”, itu berarti sesuatu yang dilakukan berulang-ulang dan selalu dilakukan…apa artinya Kristen? Pengikut Kristus, berarti meniru teladan Yesus…

 

Sebagian besar orang Kristen mengatakan bahwa secara berangsur-angsur Yesus dan murid-muridNya, dan para rasul mulai meninggalkan hari sabat dan beralih kepada hari minggu...wah, jangan bikin teori sendiri, hati-hati bila kita berbicara tidak sesuai dengan firman Tuhan, maka terang tidak ada pada kita, lihat Yesaya 8:20 dan Galatia 1:8.

 

Hari apakah yang rasul-rasul kuduskan? hari ketujuh (hari sabat) atau hari pertama (hari minggu/hari kebangkitan)? Rasul-rasul tetap menguduskan hari sabat yang adalah hari ketujuh, kita lihat ayatnya, karena banyak, saya ambil 2 ayat terakhir:

Kisah Para Rasul 13:14,42,43

Kisah Para Rasul 15:21

Kisah Para Rasul 16:13

Kisah Para Rasul 17:2 berbunyi: Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.

Kebiasaan Paulus adalah seperti kebiasaan Yesus yang menguduskan hari sabat (Lukas 4:16).

Kisah Para Rasul 18:4 berbunyi: Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.

kita diingatkan lagi untuk tetap memelihara hari ketujuh, hari perhentian, kita lihat ayatnya:

Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."

Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Ibrani 4:4,9

Jadi sekali lagi Allah tidak pernah mengubah hari sabat dari hari ketujuh ke hari yang pertama…bahkan hari sabat sampai di dalam kerajaan sorga, kita lihat ayatnya: 

Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.

Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN. Yesaya 66:22,23

Langit yang baru dan bumi yang baru adalah kerajaan Sorga yang Tuhan sediakan…”sabat berganti sabat” berarti hari sabat sampai di dalam kerajaan sorga…

 

Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang mengatakan atau menyatakan bahwa umat-umat Tuhan harus merayakan hari kebangkitan Yesus. Dan tidak ada satu ayatpun yang mengatakan bahwa kesucian hari ketujuh (hari sabat) dipindahkan ke hari pertama (hari minggu). Tetapi ada saja dalih dengan mengambil dan menggunakan ayat-ayat dalam Alkitab. Ayat-ayat ini sebenarnya tidak berbicara dan tidak ada hubungannya dan tidak ada dasar penyucian hari minggu. Ayat-ayat ini diantaranya adalah: Yohanes 20:19; Kisah 20:7; I Korintus 16:2, mari kita bahas ayat-ayat ini.

juga Kolose 2:16,17 yang paralel dengan Efesus 2:15, khusus untuk 2 ayat ini, akan dibahas dalam pembahasan berikutnya yang berjudul "Apakah hari sabat masih berlaku ataukah sudah dipakukan di kayu salib?" dalam pembahasan 7 setelah ini.

 

Yohanes 20:19 yang berbunyi: Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
 

Banyak pendapat mengatakan bahwa murid-murid berkumpul disini untuk merayakan hari kebangkitan Yesus. Perhatikan baik-baik ayat ini, baca kembali...
Murid-murid saat berkumpul itu tidak percaya Yesus bangkit, bagaimana mungkin mereka merayakan hari kebangkitanNya?

 

Perhatikan ayat ini…tidak ada mengatakan mengenai penyucian hari minggu. Mengapa murid-murid berkumpul? Karena takut kepada orang Yahudi lainnya yang mau menganiaya bahkan membunuh para pengikut Yesus, bukan merayakan kebangkitanNya, sebagai contoh Saulus sebelum menjadi Paulus, dia berusaha untuk menganiaya dan membunuh para pengikut Yesus. Jadi setiap hari, setiap saat, murid-murid Yesus ini bersekutu, berkumpul untuk berdoa bahkan dengan pintu-pintu yang terkunci…ayat ini tidak berbicara mengenai penyucian hari minggu, buktinya Paulus yang setelah kenaikan Yesus tetap dan sudah menjadi kebiasaan untuk selalu menguduskan hari Sabat, ayatnya yang di atas tadi (Kisah Para Rasul 13:14,42,44. Kisah Para Rasul 17:2. Kisah Para Rasul 18:4. Ibrani 4:4,9).

 

Banyak pendapat juga yang mengatakan dengan membaca Yohanes 20:19-29 menjadi dasar bahwa hari minggu adalah hari Tuhan karena dicocokkan dengan Wahyu 1:10, pendapat ini tidak benar karena tidak ada satu ayatpun yang menuliskan bahwa hari pertama adalah hari Tuhan, sebaliknya Yesus sendiri berkata dalam Markus 2:28 bahwa Yesus sendiri adalah Tuhan atas hari sabat, dicocokkan juga dengan hari sabat dalam sepuluh hukum Allah bahwa "hari ketujuh adalah hari sabat Tuhan Allahmu" yang tetap berlaku baik zaman perjanjian lama maupun zaman perjanjian baru bahkan sampai di dalam kerajaan Sorga nanti (Yesaya 66:22,23) bahwa hari sabat adalah hari Tuhan. Hari Tuhan dalam Alkitab hanya 2 yaitu hari sabat yang adalah hari ketujuh bukan hari pertama dan hari kedatangan Yesus kedua kali. Jadi maksud Yohanes, hari Tuhan dalam Wahyu 1:10 adalah hari sabat, hari ketujuh, untuk lebih jelasnya ikuti topik atau pembahasan yang berjudul "Apakah hari minggu adalah hari Tuhan?" dalam pembahasan 8 nanti.
 

Kisah Para Rasul 20:7 yang berbunyi: Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.

 

Perhatikan baik-baik ayat ini. Baca kembali…Ayat ini berbicara mengenai perpisahan paulus, TIDAK berbicara mengenai penyucian hari minggu…!!! Kebiasaan memecah-mecahkan roti adalah kebiasaan jemaat mula-mula yang dilakukan setiap hari… bukan hanya hari minggu, tetapi setiap hari...

mari kita lihat ayatnya:

 

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, Kisah Para Rasul 2:42,46

 

Kata "memecah-mecahkan roti" tidak selalu (tidak selamanya) mempunyai arti perjamuan suci. Didalam mengartikan suatu ayat Alkitab kita harus lihat konteksnya...Memecah-mecahkan roti juga mempunyai arti makan bersama. Makanan utama di Palestina adalah roti dan kebiasaan disana memecah-mecahkan roti berarti makan bersama.

 

Sebagai contoh anda bisa lihat cerita saat Yesus memberi makan 5000 orang dalam Matius 14:19; Matius 15:36; Markus 8:6, dimana Yesus "memecah-mecahkan roti" lalu membagikannya kepada orang banyak. ini mempunyai arti makan bersama bahkan mereka (orang banyak itu) makan sampai kenyang dan ada sisanya.

 

Kita lihat juga ayat-ayat yang menunjukkan bahwa makanan utama disana (Palestina) adalah roti:

Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"

Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Yohanes  6:5,7

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Matius 4:3

Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."

Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.

Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."

Akulah roti hidup. Yohanes  6:31,32,33,48

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa makanan utama disana adalah roti.

 

Kita kembali ke Kisah Para Rasul 20 ini, mari kita lihat ayat 11:

Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat. Kisah Para Rasul 20:11.

Perhatikan ayat tersebut, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan dan habis makan ia masih lama lagi berbicara. Roti adalah makanan utama disana (di Indonesia nasi atau beras adalah makanan utama).

 

Jadi ayat di atas yaitu Kisah Para Rasul 20:7 tidak bisa dijadikan dalih untuk penyucian terhadap hari minggu, karena tidak ada dasar yang kuat. Ini hanya kebaktian biasa yaitu acara perpisahan paulus, bukan pengudusan hari minggu, dan kebiasaan jemaat mula-mula adalah memecah-mecahkan roti setiap hari (bukan hanya hari minggu) yaitu makan bersama (potluck) di rumah-rumah mereka secara bergilir (Kisah Para Rasul 2:46).

 

I Korintus 16:2 yang berbunyi: Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing -- sesuai dengan apa yang kamu peroleh -- menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.

 

Baca baik-baik ayat ini, ayat ini tidak ada dasar penyucian hari minggu.

Buka Alkitab anda dan baca Judul I Korintus 16. Judul I Korintus 16 ini adalah: Bantuan untuk Jemaat di Yerusalem, ini berbicara mengenai penyisihan dana, tidak berbicara tentang penyucian hari minggu, untuk lebih jelasnya kita lihat ayat 1 yang berbunyi: Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia (I Korintus 16:1).

lihat juga ayat 3 yang berbunyi: Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, dengan surat ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu (I Korintus 16:3).

 

saya kira tidak perlu dikomentar lagi karena ini tidak berbicara tentang penyucian hari minggu, tetapi berbicara tentang pengumpulan dana, latar belakang ditulis ayat ini adalah:

kebiasaan di Korintus adalah pada hari jumat sore orang-orang menutup tokonya karena akan memasuki hari sabat, dan hari sabat toko ditutup, dan pada hari minggu, saat toko dibuka, mereka mulai menghitung pendapatan mereka, nah disaat menghitung pendapatan inilah (pengeluaran dan pemasukan) Paulus menasehatkan agar sisihkanlah dana...menyisihkan dana untuk bantuan ke Jemaat di Yerusalem…ayat ini sama sekali tidak berbicara tentang penyucian hari minggu…

 

Alasan yang lain adalah dengan mengatakan bahwa hari sabat sudah dipakukan di kayu salib saat Yesus mati, benarkah hari sabat. hari sabat yang mana? apakah sabat hari ketujuh sudah tidak berlaku lagi dengan kematian Yesus? Kita ikuti pembahasan berikut ini...

 

 

7.

Apakah hari sabat sudah dihapus Yesus seperti yang tertulis dalam Yohanes 5:18 dan Kolose 2:16,17? Apakah Yesus meniadakan hari sabat, apakah hari sabat sudah dipakukan di kayu salib?

 


Disinilah, akan kita bahas hukum sabat apa saja yang sudah dihapus Yesus. kita mulai dari Yohanes 5:18 yang berbunyi:

Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Yohanes 5:18.

Hukum sabat yang dihapus Yesus dalam Yohanes 5:18 adalah hukum-hukum atau peraturan-peraturan yahudi yang tidak benar mengenai hari sabat. Contohnya adalah:

1. Tidak boleh menyembuhkan orang pada hari sabat, inilah cerita dalam Yohanes 5 ini. silahkan baca ceritanya dari awal.
2. Tidak boleh ke tabib atau ke dokter pada hari sabat. Kalau sakit tidak boleh keluarkan sapu tangan dari saku, dan lain-lain.
3. Tidak boleh berjalan lebih dari 2 mil.
4. Tidak boleh menyalakan api. Sebenarnya ini menyangkut motif dan tujuan anda. Jika anda menyalakan api untuk hal-hal duniawi (tidak rohani) maka jangan dilakukan, tetapi jika anda menyalakan api menyangkut hal-hal yang rohani seperti yang dilakukan para imam dalam kaabah pada hari sabat (memanaskan roti, dll) maka hal ini boleh dilakukan.
5. Dan lain sebagainya.

inilah peraturan dan hukum mengenai hari sabat yang tidak benar yang Yesus hapus, seperti yang tertulis dalam Yohanes 5:18 diatas.

Penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan Yesus pada hari Sabat memperlihatkan perluasan atau pengembangan, bukan pemutusan atau penghentian ibadah Sabat.

Dengan kata lain, penyembuhan-penyembuhan pada hari sabat tidak menghapus hari sabat dan tidak menghilangkan kesucian hari sabat. Untuk menambah wawasan anda lihat juga pembahasan no.9 nanti.

Kita masuk ke pembahasan ayat-ayat selanjutnya dalam Efesus 2:15 dan Kolose 2:16,17. Apa maksud ayat-ayat ini?


sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera. Efesus 2:15

 

Betul saat Yesus mati hukum taurat sudah dihapuskan atau dipakukan atau sudah tidak berlaku lagi, tapi hukum taurat yang mana? Itu yang harus kita ketahui. Bukan 10 hukum Allah, Yesus tidak menghapus 10 hukum saat Dia mati di salib. Kalau seandainya 10 hukum sekarang sudah tidak berlaku lagi, berarti kalau saya membunuh orang atau mencuri atau berdusta atau mempunyai allah lain sudah tidak berdosa lagi. Jadi tidak demikian. 10 hukum Allah masih tetap berlaku, itu adalah hukum moral, itu adalah wujud kasih kita kepada Allah yaitu dengan menuruti 4 hukum pertama dan wujud kasih kita kepada sesama manusia yaitu dengan menuruti 6 hukum berikutnya.

 

Hukum Taurat yang dihapus Yesus adalah BUKAN 10 hukum Allah, tetapi hukum taurat yang membahas atau berisi semua hukum-hukum upacara bayangan yang semuanya hanya melambangkan Yesus sebagai korban yang mati di salib. upacara-upacara bayangan yang dilaksanakan yang berhubungan dengan domba, darah, dan semua makanan dan minuman ini, hari-hari raya, di dalamnya termasuk hari sabat bayangan yang semuanya itu hanya sebagai lambang atau wujud dari Yesus, semua itu sudah dihapus Yesus, sebagai gantinya adalah Tuhan meminta kita untuk merayakan perjamuan suci (Lukas 22:19,20; I Korintus 11:23-26) yang didahului dengan pembasuhan kaki (Yohanes 13:14,15,17) untuk mengingat dan memberitakan pengorbanan Yesus di salib yang sangat mulia ini.

 

Ayat di atas (Efesus 2:15) paralel dengan ayat di bawah ini:

Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;

semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. Kolose 2:16,17

 

Perhatikan ayat 17: semua yang merupakan bayangan atau yang mewujudkan Yesus… apa saja yang merupakan lambang atau wujud atau bayangan dari Yesus? Tentulah korban beserta hukum taurat yang mengatur semua peraturan-peraturan upacara-upacara korban penghapusan dosa… semua korban (domba, dan lain-lain) yang dipersembahkan adalah mewujudkan pengorbanan Yesus di salib… semua itu sudah dihapus Yesus...

 

Mari kita lihat lebih dahulu ayat-ayat berikut yang menyatakan siapa Yesus itu:

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Yohanes 1:29

Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. I Korintus 5:7

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. I Petrus 1:18,19

 

Mari kita bahas Kolose 2:16,17 diatas...

Makanan minuman, hari raya, bulan baru

Makanan minuman disini bukan masalah makanan/daging haram dan halal atau tentang vegetarian…Makanan minuman disini adalah makanan minuman yang menyangkut dengan upacara-upacara korban penghapusan dosa yang sudah tidak perlu lagi…ingat kuncinya di ayat 17 "semua yang melambangkan Yesus", semua itu sudah tidak perlu lagi untuk dirayakan. makanan haram dan halal atau tentang vegetarian tidak ada hubungan dengan upacara-upacara bayangan (penghapusan dosa) yang melambangkan Yesus.

 

Sebagai contoh makanan dan minuman yang sudah dihapus Yesus ini, pada zaman dulu kalau orang mempersembahkan korban, dagingnya juga dimakan. Seperti contoh penyembelihan domba paskah pada hari raya paskah, masih perlukah kita rayakan paskah? tidak perlu lagi, karena domba paskah adalah Yesus Kristus sendiri. kita lihat firman Tuhan melalui tulisan Rasul Paulus:

Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. I Korintus 5:7

Yesuslah wujud dari domba paskah itu, kita sudah tidak perlu lagi rayakan paskah, semua hukum taurat yang membahas itu (bukan 10 hukum Allah) sudah dipalangkan di kayu salib, hukum upacara-upacara itu sudah tidak perlu lagi, karena lambang telah bertemu dengan yang dilambangkan. hal-hal seperti inilah yang dimaksudkan dalam kolose 2:16,17 bahwa semua ini sudah tidak perlu lagi, jangan anda membiarkan orang menghukum anda tentang makanan minuman ini, karena semua ini sudah digenapi dalam Yesus, wujudnya adalah Yesus.

 

Mari kita lihat contoh ayat tentang makanan minuman, hari raya, bulan baru, yang sudah dihapus Yesus:

"Ingatlah akan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, sebab dalam bulan Abib itulah TUHAN, Allahmu, membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam. Maka engkau harus menyembelih kambing domba dan lembu sapi sebagai korban Paskah bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN untuk membuat nama-Nya diam di sana.

Engkau harus memasaknya dan memakannya di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu; kemudian paginya engkau harus pulang kembali ke kemahmu. Ulangan 16:1,2,7

Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit. Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN. Keluaran 12:8,11

 

ini adalah contoh makanan minuman, hari raya, bulan baru, yang sudah tidak perlu lagi karena semua hukum upacara-upacara ini sudah berakhir di salib. kita sudah tidak perlu lagi rayakan paskah karena anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. (I Korintus 5:7).

Sebagai ganti paskah ini adalah Tuhan meminta kita untuk merayakan perjamuan suci (Lukas 22:19,20; I Korintus 11:23-26) yang didahului dengan pembasuhan kaki (Yohanes 13:14,15,17) untuk mengingat dan memberitakan pengorbanan Yesus di salib yang sangat mulia ini.

 

Hari Sabat

Hari sabat disini bukan sabat hari ketujuh…gak akan nyambung, karena sabat hari ketujuh ini mengarah ke penciptaan dunia ini, bukan mengarah kepada upacara-upacara bayangan yang dihapus Yesus, sabat hari ketujuh mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Pencipta dan kita adalah ciptaan, dan ini termasuk dalam 10 hukum Allah, yang mana Yesus tidak menghapus 10 hukum Allah saat kematianNya di salib…

 

hari sabat yang dihapus Yesus di salib adalah semua hari sabat bayangan yang dirayakan yang mana semuanya itu mengarah kepada Yesus sebagai korban, hari-hari sabat ini sudah tidak perlu lagi karena wujudnya adalah Yesus.

 

Contoh hari sabat yang hanya sebagai bayangan yang sudah dihapus Yesus adalah hari raya pendamaian (grafirat). Hari raya pendamaian atau dikenal dengan sebutan hari raya grafirat adalah upacara penghapusan dosa yang diperingati sekali setahun, hari itu haruslah menjadi hari sabat…artinya pada hari pendamaian ini orang harus berhenti bekerja, mari kita lihat ayatnya:

Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN. Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Imamat 16:29,30,31

Selama-lamanya disini maksudnya adalah sampai kepada kematian Yesus disalib menebus dosa manusia. Yesuslah korban, domba, darah yang sesungguhnya...

 

Contoh lain adalah sabat yobel, ini juga sudah tidak perlu lagi kita rayakan. Memang secara mata iman kita sedang menantikan yobel yang sesungguhnya pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali yang akan benar-benar membebaskan kita dari belenggu dosa dunia ini, tetapi sabat yobel ini tidak perlu lagi kita rayakan karena ini melambangkan atau mengarah kepada Yesus sebagai Pelepas, Pembebas kita dari dosa yang sudah mati menebus kita di salib. 

 

Semua makanan minuman, hari raya, bulan baru, hari sabat, yang mengarah kepada Yesus sebagai korban, domba, darah yang sesungguhnya, semua upacara-upacara bayangan ini sudah tidak perlu lagi untuk dirayakan karena wujudnya adalah Yesus.

 

Hari sabat hari ketujuh harus tetap dipelihara karena ini bukan mengarah kepada Yesus sebagai domba korban yang akan dihapus di salib, tetapi sabat hari ketujuh ini mengarah kepada peristiwa penciptaan dunia ini.

karena Paulus sendiri mengatakan dalam buku Ibrani: Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya." Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Ibrani 4:4,9

Sabat hari ketujuh adalah kekal sampai di dalam kerajaan Sorga (Yesaya 66:22,23)

 

8.

Apakah hari minggu hari pertama adalah hari Tuhan ataukah hari sabat hari sabtu hari ketujuh adalah hari Tuhan?

 

"Jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat." Markus 2:28


Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHANlah yang mengatakannya. Yesaya 58:13,14
 

Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.

kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu. Yehezkiel 20:12,20
 

...hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu...Keluaran 20:10
 

Ingat pembahasan-pembahasan diatas bahwa hari sabat bukan hanya berlaku zaman perjanjian lama, tetapi sampai zaman perjanjian baru (Kisah Para Rasul 17:2; 18:4; Ibrani 4:4,9), bahkan sampai dalam kerajaan sorga (Yesaya 66:22,23).

 

Hari Tuhan yang tertulis dalam Alkitab hanya 2 yaitu hari sabat (Markus 2:28; Yesaya 58:13,14; Yehezkiel 20:12,20; Keluaran 20:10) yang adalah hari ketujuh (bukan hari pertama) dan hari kedatangan Yesus kedua kali (II Petrus 3:10-12).

 

Ayat diatas (Markus 2:28) yang mengatakan "jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat." mempunyai arti bahwa Yesus yang adalah salah satu dari oknum ke-Allahan adalah Tuhan yang mempunyai hari sabat itu, dengan kata lain hari sabat adalah punya Dia artinya hari sabat adalah harinya Dia, hari sabat adalah harinya Tuhan, jadi hari sabat adalah hari Tuhan.

 

     Banyak pendapat yang mengatakan bahwa hari sabat adalah hari Tuhan itu hanya untuk zaman perjanjian lama, sedangkan untuk zaman perjanjian baru hari minggu adalah hari Tuhan. Pendapat ini tidak benar, karena apapun alasan anda, adakah hari minggu atau hari pertama itu tertulis atau tercatat di Alkitab sebagai hari Tuhan? Jawabannya adalah Tidak ada, itu adalah hanya anggapan anda saja. Hari pertama tidak pernah disebutkan sebagai hari Tuhan. Sebaliknya hari sabat hari ketujuh dengan jelas tercatat sebagai hari Tuhan (baca Markus 2:28; Yesaya 58:13,14; Yehezkiel 20:12,20; Keluaran 20:10).

     Siapa yang mengatakan bahwa hari sabat hari ketujuh itu hanya berlaku untuk zaman perjanjian lama dan Allah pada zaman perjanjian baru memindahkan kesucian sabat ke hari minggu? hati-hati kalau berbicara tidak sesuai dan tidak berdasarkan firman Tuhan dan malah hanya menyesatkan orang lain, dosa orang lain yang tersesat andalah yang akan tanggung. oleh karena itu jangan menggunakan teori sendiri, berdoalah dengan segala kerendahan hati dan minta Roh Kudus menuntun anda dalam mempelajari Alkitab.

     Maksud Yohanes, hari Tuhan (kuriake Hemera) dalam Wahyu 1:10 adalah hari sabat hari ketujuh, bukan hari minggu hari pertama, karena hari Tuhan adalah hari sabat (hari ketujuh) bukan hari minggu (hari pertama). Namun ada saja alasan yang mengatakan bahwa maksud Yohanes hari Tuhan dalam Wahyu 1:10 ini merujuk kepada hari pertama atau hari minggu, mari kita lihat alasan-alasan atau anggapan yang tidak benar yang dikemukakan untuk menyatakan bahwa hari minggu atau hari pertama adalah hari Tuhan:

 

Alasan yang digunakan adalah dengan membaca Yohanes 20:19-29 inilah menjadi dasar alasan bahwa hari minggu adalah hari Tuhan...

Pertama, yaitu karena hari kebangkitan Yesus adalah hari minggu.

     Silahkan baca ayat itu dan semua ayat lain dalam Alkitab, dan anda tidak akan pernah menemukan 1 ayatpun yang mengatakan atau menyatakan bahwa karena Yesus bangkit pada hari minggu sehingga hari sabat dirubah ke hari minggu, atau hari minggu menjadi hari Tuhan. Tidak ada. Betul kebangkitan Yesus begitu mulia dan sangat mulia, tetapi Tuhan tidak pernah memindahkan kesucian sabat dipindahkan kepada hari minggu, tidak ada satu ayatpun yang mengatakan atau menyatakannya, itu hanya anggapan anda karena kebangkitan Yesus sehingga hari sabat dirubah ke hari minggu. Yang menjadi masalah adalah Yesus dan rasul-rasul tidak pernah mengubah hari sabat itu, tetapi untuk mengingat selalu akan pengorbanan Yesus, kita bukan disuruh untuk merayakan kebangkitanNya dengan mengganti hari sabat (hari ketujuh) itu kepada hari minggu (hari pertama) tetapi kita disuruh untuk mengadakan perjamuan suci untuk mengenang peristiwa penyaliban/kematian Yesus di salib (I Korintus 11:23-26), yang didahului dengan upacara pembasuhan kaki sebagai lambang kerendahan hati (Yohanes 13) lalu dilanjutkan dengan perjamuan suci, dimana upacara perjamuan suci ini adalah untuk mengenang seluruh pengorbanan Yesus yang sangat mulia ini mulai dari penyaliban, penguburan dan kebangkitan (kemenanganNya atas maut) dengan memakan roti melambangkan tubuh Yesus dan meminum anggur sebagai lambang darah Yesus.

     Sebagai contoh silahkan baca I Korintus 15:1-58 yang berbicara penuh mengenai kebangkitan Yesus dan betapa mulia kebangkitanNya, anda tidak akan pernah menemukan ayat yang mengatakan atau menyatakan bahwa umat Tuhan harus merayakan Hari KebangkitanNya apalagi dengan menggantikan hari sabat, sebaliknya rasul-rasul dan umat-umat Tuhan dengan setia tetap menguduskan dan memelihara hari sabat hari ketujuh hari Tuhan yang suci itu (baca Kisah Para Rasul 13:14,42,44. Kisah Para Rasul 17:2. Kisah Para Rasul 18:4. Ibrani 4:4,9).

 

Kedua, karena saat murid-murid Yesus berkumpul itu hari pertama (hari minggu). Mereka atau murid-murid ini berkumpul untuk merayakan kebangkitanNya, ayatnya dalam Yohanes 20:19 mari kita lihat kembali ayat ini:

     Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Yohanes 20:19
     Banyak pendapat mengatakan bahwa murid-murid berkumpul disini untuk merayakan hari kebangkitan Yesus. Perhatikan baik-baik ayat ini, baca kembali...Murid-murid saat berkumpul itu tidak percaya Yesus bangkit, bagaimana mungkin mereka merayakan hari kebangkitanNya? Mengapa mereka berkumpul? karena takut kepada orang Yahudi, bahkan sampai semua pintu terkunci dengan rapat, bukan untuk merayakan kebangkitanNya. Setelah Yesus menampakkan diri kepada mereka barulah mereka percaya bahwa Yesus telah bangkit.

 

Ketiga, yaitu dengan alasan bahwa karena pada hari minggu Yesus menghembusi mereka dengan Roh Kudus (Yohanes 20:22), lalu dicocokkan dengan Wahyu 1:10 dimana Yohanes di pulau Patmos pada hari Tuhan dikuasai oleh Roh.


Alasan ini bagi saya cukup masuk akal, masih mending alasan ini daripada alasan yang lain, tetapi mari kita selidiki baik-baik. Peristiwa Yohanes dikuasai oleh Roh ini bukan peristiwa yang bersamaan atau sama-sama terjadi waktu dan tempatnya. Pada saat Yesus mengembusi Roh Kudus adalah pada saat Yohanes berkumpul bersama murid-murid lainnya (Yohanes 20:22), sedangkan pada saat Yohanes katakan dia dikuasai oleh Roh, saat itu dia berada di pulau Patmos (baca Wahyu 1:9,10,11). Jadi kedua ayat ini tidak ada hubungannya karena berbeda situasi dan tempatnya.

     Sebab kalau kita mau lihat dari sisi seperti itu, Tuhan Yesus sendiri saat diurapi oleh Roh Tuhan, itu terjadi pada hari sabat (Lukas 4:16-21), mari kita lihat ayatnya, perhatikan kata-kata yang hurufnya saya buat tebal (bold):

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Lukas 4:16-21.

Perhatikan kalimat di ayat 21 "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya", hari itu adalah hari sabat di ayat 16, genaplah nas yang mengatakan bahwa "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku." Yesus diurapi oleh Roh Tuhan pada hari sabat.

Jadi kalau anda mau ambil alasan dari sisi hari Tuhan adalah hari disaat dikuasai oleh Roh, Yesus dikuasai oleh Roh pada hari sabat, Yohanes juga pada saat dia katakan dalam wahyu 1:10 "pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh" berarti hari Tuhan disini menunjuk kepada hari sabat, karena pada saat Yesus dikuasai oleh Roh, hari itu adalah hari sabat, berarti hari Tuhan adalah hari sabat.

 

Jadi alasan ketiga ini tidak tepat juga karena seseorang atau sekelompok umat Tuhan dapat dikuasai oleh Roh Kudus kapan saja, hari apa saja, dimana saja, bisa pada hari minggu atau hari sabtu ataupun hari lainnya. Tuhan bisa mengembuskan atau memberikan Roh Kudus kapan saja (hari apa saja) dan dimana saja. inti permasalahan cuma 1, tertuliskah di Alkitab bahwa hari pertama adalah hari Tuhan? tidak ada.

 

Keempat, karena pengakuan Thomas "Ya Tuhanku dan Allahku" pada hari minggu, sehingga hari minggu disebut hari Tuhan.

Wah alasan ini bagi saya tidak tepat, mengapa? bagaimana jika Roh Kudus bekerja kepada seseorang pada hari selasa, dan orang itu setelah hatinya penuh dengan Roh Kudus ia mengatakan "Ya Tuhanku dan Allahku", apakah hari selasa adalah (menjadi) harinya Tuhan? Tentu tidak.

Seseorang yang selalu dan selama hidupnya berbuat jahat, tetapi pada suatu hari, dan jatuhnya tepat hari senin, dia bertobat dari hidupnya dan mengatakan "Ya Tuhanku dan Allahku" lalu berbalik dan menjadi seorang pengabar injil yang sejati. Apakah hari senin adalah harinya Tuhan, karena orang ini dihembusi dan diurapi oleh Roh Tuhan pada hari senin? tentu tidak.

inti permasalahan cuma satu, adakah tertulis atau tercatat dalam Alkitab bahwa hari pertama (hari minggu) adalah hari Tuhan? tidak ada, jadi hari minggu (hari pertama) bukan hari Tuhan, sebaliknya yang tercatat dalam Alkitab adalah hari sabat (hari ketujuh) adalah hari Tuhan!

 

Bahkan beberapa sumber-sumber tulisan sejarah dapat kita temukan hubungan antara hari minggu dan hari natal, berikut ini adalah kutipan dari beberapa sumber yang berbicara mengenai Hari Natal dan Hari Minggu:

 

"Digesernya  ke  tanggal  25  Desember adalah karena pengaruh dari penanggalan Romawi, yang  menyebut  tanggal  itu  "dies invicti solis" yang artinya "hari dari tuhan (dewa) matahari (Mithras) yang telah dikalahkan." Yesus diumpamakan sebagai "matahari kebenaran" dan "cahaya atau terang dunia." Tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran Mithras, yang  asalnya  dewa  matahari Iran  yang  kemudian  dipuja di Roma. Hari minggu disebut juga Zondag, Sunday, Sonntag, hari  matahari,  hari  gereja, pengganti hari Sabtu. Inilah sebenarnya dasar sejarah dikatakan bahwa hari minggu adalah hari Tuhan menggantikan hari sabat (hari sabtu)."

 

Hari Tuhan yang tertulis dalam Alkitab hanya 2 yaitu hari sabat (Markus 2:28; Yesaya 58:13,14; Yehezkiel 20:12,20; Keluaran 20:10) yang adalah hari ketujuh (bukan hari pertama) dan hari kedatangan Yesus kedua kali (II Petrus 3:10-12).

Jadi maksud Yohanes dalam Wahyu 1:10, hari Tuhan adalah hari sabat, hari ketujuh.

  

9.

Bagaimana dengan kasus murid-murid Yesus memetik gandum pada hari sabat? Apakah Yesus dan murid-muridNya melanggar hukum hari sabat sehingga hari sabat tidak perlu lagi disucikan/dikuduskan? Bagaimana juga dengan penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan Yesus pada hari sabat, apakah hari sabat tidak perlu lagi disucikan/dikuduskan? (Matius 12:1-13)

 

 

Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Matius 12:1

Terdapatlah alasan mengapa dalam kasus ini diperbolehkan memetik gandum pada hari sabat, yaitu karena lapar dan kita akan mempelajari lebih lanjut lagi. Ingat hari sabat bukanlah menjadi beban, dan hal yang dilakukan adalah bukan hal-hal duniawi (baca Yesaya 58:13,14).

Hari sabat adalah tetap hari yang suci, anda pasti mengerti artinya suci, berarti ada hal-hal yang boleh dilakukan dan ada hal-hal yang tidak boleh untuk dilakukan pada hari sabat.

 

Sebelum kita lanjutkan sebaiknya anda tahu lebih dahulu bahwa orang-orang Yahudi terlalu keras dan fanatik terhadap hari sabat, sehingga hari sabat bukan lagi menjadi hari kesukaan tetapi menjadi beban. Berikut ini adalah beberapa contoh peraturan-peraturan yang orang Yahudi buat yang tidak boleh dilakukan pada hari sabat:

1. Tidak boleh ke tabib atau ke dokter pada hari sabat, tidak boleh menyembuhkan orang pada hari sabat.

2. Tidak boleh berjalan lebih dari 2 mil pada hari sabat.

3. Jika orang sakit, tidak boleh mengeluarkan sapu tangan dari saku, sehingga jika seseorang sakit, sapu tangan telah diikat terlebih dahulu di leher atau di lengan.

Masih banyak contoh hal-hal lain yang orang Yahudi buat yang tidak boleh dilakukan pada hari sabat. ingat bahwa dasar hukum Allah adalah kasih. Tetapi bukan artinya karena kasih juga sehingga kita seenaknya terhadap hari sabat. Hal-hal seperti inilah yang Yesus mau memperluas hukum hari sabat ini yaitu hari sabat jangan menjadi beban tetapi khusus untuk kasus-kasus seperti ini yang Tuhan kehendaki ialah belas kasihan. Tetapi kita perlu ingat bahwa Yesus tidak menghapus hukum sabat.

 

Jadi jawaban mengenai contoh peraturan-peraturan keras yang Yahudi buat tentang hari sabat di atas adalah:

1. Bila diperlukan, boleh ke tabib atau ke dokter pada hari sabat, yang pasti adalah boleh menyembuhkan orang pada hari sabat, karena ini menyangkut batin, jiwa, kerohanian seseorang, bukan menyangkut hal-hal yang duniawi.

2. Bagaimana jika saya dan teman saya mau melawat suatu keluarga pada hari sabat dan jaraknya adalah 5 mil? Pasti boleh dan tidak ada larangan untuk hal itu seberapa jauh kita akan berjalan.

Pada hari sabat, boleh berjalan dengan tidak ada batas ukuran seberapa jauh kita akan berjalan, yang penting dalam perjalanan itu kita selalu berhubungan dengan Pencipta kita, kita melakukan hal-hal yang rohani, seperti bernyanyi, berdoa, berdiskusi mendalami Alkitab, mengagumi alam ciptaan Tuhan, mengadakan perlawatan kepada umat-umat Tuhan yang mungkin sakit atau mempunyai beban hidup dimana semuanya ini adalah menyangkut hal-hal kerohanian atau keselamatan jiwa. Biarlah semuanya ini kita persembahkan untuk kemuliaan Tuhan di hari yang suci ini. 

Lalu bagaimana jika melakukan perjalanan pada hari sabat? Jika itu menyangkut urusan bisnis (duniawi) anda maka secara prinsip hari sabat, hal itu tidak boleh dilakukan. Sedapat mungkin jangan, tetapi saya tidak bisa menghakimi anda, karena mungkin ada hal-hal yang akan anda lakukan yang tujuan utamanya adalah melayani Tuhan di hari sabat itu, oleh karena itu saya tidak berhak menghakimi anda, yang penting yang perlu kita ingat adalah hari sabat adalah suci, hari yang Allah khususkan untuk kita kuduskan untuk berhubungan dengan Dia, Pencipta kita, berdoalah dan minta petunjuk Tuhan dalam melakukan kehendaknya dalam setiap langkah kehidupan anda.

3. Mengenai orang kalau sakit, seperti sudah dijelaskan bahwa tidak ada larangan dalam mengobati atau menyembuhkan orang pada hari sabat, karena ini menyangkut batin, jiwa, kerohanian seseorang, bukan menyangkut hal-hal yang duniawi.

 

     Mengenai kasus murid-murid memetik gandum pada hari sabat, ini adalah special case (kasus khusus) yang mana murid-murid Yesus memetik gandum pada hari sabat hanya untuk sekedar menghilangkan rasa lapar mereka. Hukum taurat yang dasarnya adalah KASIH memperbolehkan bila lapar orang memetik lalu makan dan tidak dibawa pulang. Jadi hal ini memang diperbolehkan karena hal itu untuk sekedar menghilangkan rasa lapar. Karena walaupun isi hukum Taurat adalah kasih, itu bukan artinya kita seenaknya terhadap hukum itu karena bila kita seenaknya terhadap hukum keempat yang berisi hari sabat ini, dimana lagi inti hukum keempat yang berisi berhenti dari pekerjaan serta menguduskan hari sabat itu? Oleh karena itu hari sabat adalah tetap hari yang suci tetapi ada hal-hal yang memerlukan perhatian khusus karena mengingat jiwa dan batin seseorang yang sangat membutuhkan pertolongan.

     Mengenai kasus memetik gandum pada hari sabat, Yesus menjawab dengan memberikan contoh kasus mengenai raja Daud, dimana raja Daud ketika sangat lapar, meminta roti kepada imam lalu makan roti sajian yang sebenarnya hanya untuk imam, dan raja Daud saat itu sebelum memakannya dia telah menyucikan diri dahulu baru dia menjamah roti itu dan makan, baca cerita lengkapnya (Matius 12 dan I Samuel 21). Yesus menjawab juga yaitu jika mau dilihat dari sisi itu berarti imam-imam juga melanggar kekudusan hari sabat, apa anda tahu alasannya karena apa? karena imam-imam dalam kaabah mereka menyalakan api pada hari sabat, memanaskan roti, dan lain-lain. Jadi sebenarnya hal-hal seperti itu tidak melanggar kekudusan sabat, itu tergantung situasi dan kondisi dan hal-hal yang dilakukan adalah yang bukan duniawi tetapi yang menyangkut rohani, batin dan jiwa yang dapat menguatkan iman dan kerohanian seseorang. Disini Yesus memperlihatkan perluasan hukum hari sabat, ini bukan pemutusan atau penghentian hukum sabat, atau bukan artinya hari sabat tidak perlu lagi dikuduskan. Hari sabat tetap harus disucikan/dikuduskan.

     Jadi dalam cerita ini sebenarnya raja Daud tidak boleh dan tidak berhak memakan roti tersebut karena hanya untuk imam, tetapi karena sangat lapar dia diijinkan makan dan sebelumnya dia telah menyucikan diri dulu…Begitu juga dengan hari sabat yang suci, sebenarnya kita tidak boleh berbelanja pada hari sabat, tetapi bila anda sangat haus atau lapar dan anda membeli atau berbelanja pada hari sabat sekedar untuk menghilangkan rasa haus atau lapar anda, maka hal itu diperbolehkan.

     Berbelanja disini bukan belanja untuk bisnis ataupun keperluan kantor/sekolah/kuliah anda. Kasus berbelanja atau membeli makanan atau minuman disinipun adalah hanya sekedar untuk menghilangkan rasa lapar  atau haus anda untuk kepentingan saat itu khusus di hari sabat, bukan untuk beli dan makan sebanyak-banyaknya dan dibawa pulang untuk keperluan besok. Anda bukanlah membeli aqua yang banyak untuk hari-hari yang akan datang, ataupun bukanlah belanja untuk keperluan hari selain hari sabat, karena hal itu anda dapat lakukan di hari lain. Tuhan telah memberikan 6 hari untuk kita bekerja, dan hari ketujuh adalah khusus hubungan kita dengan Tuhan yang harus kita sucikan.

Hari sabat tetap suci dan sebagai umat Tuhan seharusnyalah kita tetap menjaga kesucian sabat. Bekerjalah 6 hari untuk melakukan pekerjaan kita, hari jumat adalah hari persiapan dimana kita lebih khusus lagi bekerja untuk mempersiapkan diri memasuki hari sabat yang suci.

 

Lalu bagaimana dengan penyembuhan pada hari sabat?

Penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan Yesus pada hari Sabat memperlihatkan perluasan atau pengembangan, bukan pemutusan atau penghentian ibadah Sabat.

Boleh berbuat baik pada hari sabat dalam lingkup hal-hal yang tidak melanggar hukum sabat, karena memang hari sabat adalah hari yang Allah telah khususkan untuk disucikan. Hal-hal apa saja yang boleh? Semua hal-hal rohani yang dapat membantu iman dan kerohanian serta batin seseorang, seperti melawat, menyembuhkan orang, menyanyi dan belajar Alkitab bersama, refreshing atau jalan-jalan di alam sambil memikirkan hal-hal yang rohani, mengagumi alam ciptaan Tuhan yang sangat indah, semua itulah yang Allah kehendaki kita perbuat dan lakukan di hari sabat yang suci ini. inilah hari khusus yang sangat indah yang Allah ciptakan untuk manusia, saudara dan saya, dimana kita tinggalkan semua bisnis kita dan beralih dengan waktu khusus kepada Pencipta yang telah menciptakan dunia ini, satu hari khusus Tuhan minta, hari ketujuh yaitu hari sabat hari dimana Tuhan telah berhenti dari penciptaan dunia ini.

 

Jadi, Yesus tidak menghapus hukum sabat dengan kasus-kasus seperti ini, atau juga bukan artinya Yesus tidak menyucikan lagi hari sabat. Hari sabat tetap adalah hari yang suci yang harus kita sucikan/kuduskan, dan dalam kita menguduskan hari sabat, ada hal-hal yang kita hadapi dimana itu membutuhkan pertolongan kita, yang Yesus pentingkan adalah kasih (belas kasihan) disaat seseorang sangat membutuhkan pertolongan. Kita boleh dan harus menolong orang yang sangat membutuhkan pertolongan kita pada hari sabat bukan dalam lingkup bisinis atau urusan-urusan duniawi kita tetapi dalam lingkup hal-hal yang rohani seperti yang menyangkut keselamatan batin, jiwa, kerohanian seseorang, bukan menyangkut hal-hal yang duniawi.

 

 

Saudaraku, Tuhan meminta umatNya untuk mengingat dan menguduskan hari sabat, hari ketujuh itu. Beberapa ayat berikut ini semoga dapat menolong dan menguatkan anda disaat anda memilih untuk meninggalkan semua bisnis dan urusan-urusan duniawi anda dan memilih untuk menguduskan hari sabat:

 

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. Amsal 1:7

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Matius 6:33

Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Kisah Para Rasul 5:29

 

Saudara, utamakanlah Tuhan dalam kehidupan anda, berimanlah kepadaNya dengan cara menuruti perintah-perintahNya, karena bukti kita memiliki iman adalah kita menuruti perintah-perintahNya, iman tanpa perbuatan adalah mati. Jangan takut akan semua urusan-urusan duniawi anda yang anda tinggalkan pada hari sabat. Tuhan yang mempunyai hari sabat itu, Tuhan yang akan menolong anda, memberkati anda, sehingga iman anda semakin bertumbuh dan "janji Tuhan" berkat-berkat baik jasmani dan rohani, kedamaian dalam hati akan menjadi bagian anda…

 

Oh, betapa bahagianya bila kita menghormati Tuhan dengan cara tidak menginjak-injak hari sabat, mari kita lihat ayatnya:

Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHANlah yang mengatakannya. Yesaya 58:13,14

 

Inilah hal-hal yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan pada hari sabat hari yang suci ini. Apa artinya "Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan?" artinya adalah Tuhan akan beserta kita dalam setiap permasalahan hidup kita. Masalah kita di bawah, artinya adalah kita di atas atau menang dalam menghadapi semua problema beban hidup kita, berkat-berkat Tuhan kiranya akan selalu menjadi bagian anda dan saya apabila kita menghormati Tuhan yang telah menciptakan hari sabat itu untuk kita sucikan.

 

 
10. Apakah semua hari sama untuk disucikan/dikuduskan?
 

Begitu banyak orang yang membaca dengan sepintas dan salah mengartikan Roma 14:5. Berdoa lalu baca dengan baik ayat ini. Mari kita lihat isi ayat ini:

Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Roma 14:5

 

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat ayat selanjutnya ayat 12:

Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. Roma 14:12

 

Roma 14 berjudul “Jangan menghakimi saudaramu”. Kalimat penutup dari Roma 14:5 ini adalah "Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri", BUKAN berbunyi "jadi semua hari boleh dikuduskan."

     Jadi maksud Roma 14:5 ini adalah: kalau anda yakin akan suatu hari, ataupun semua hari, itu urusan anda, saya tidak bisa menghakimi anda, seperti contoh, saudara-saudara kita yang muslim mereka sholat jumatan, yah itu urusan mereka, hak mereka, kita sebagai manusia tidak berhak untuk menghakimi mereka, jadi ayat ini tidak berbunyi bahwa semua hari boleh dikuduskan, tetapi maksudnya adalah kalau anda mau memilih hari jumat, atau memilih hari minggu ataupun hari sabtu, itu urusan anda, itu hak anda, tetapi ingat bahwa semua yang kita pilih dan kita buat harus kita pertanggungjawabkan semua itu kepada Tuhan (ayat 12). Pilihan kita menentukan masa depan kita…

     Dan dengan melihat ayat kelanjutannya di ayat 12 seperti yang tertulis di atas, pilihan adalah urusan pribadi, dan segala sesuatu yang kita pilih harus kita pertanggung jawabkan itu kepada Allah. Jadi masalah keselamatan adalah hak pribadi anda, masing-masing kita sendirilah yang akan mempertanggungjawabkan diri kita sendiri kepada Allah. Bila anda memilih hari jumat atau hari sabtu atau hari minggu, atau hari apa saja, itu urusan anda dan hak anda, dan anda sendirilah yang akan mempertanggungjawabkannya.

 

Lalu pertanyaan terakhir adalah bagaimana tentang hari ketujuh hari sabat itu apakah masih perlu dikuduskan, dan sampai kapankah hari sabat itu? 2 ayat penting yang selalu saya ulangi dalam website ini, ayat-ayat itu adalah:

Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."

Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Ibrani 4:4,9

Sudah jelas ayat ini, hari perhentian adalah hari ketujuh. Hari apa hari ketujuh itu? Dalam 10 Hukum Allah, hari sabat adalah hari ketujuh (Keluaran 20:8-11). 10 Hukum Allah ini masih tetap berlaku (Yakobus 2:10; Roma 7:12), Hari sabat, hari ketujuh ini tetap harus dikuduskan, karena ini mengingatkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang telah menciptakan kita dan kita ini hanyalah ciptaan…

 

Bahkan hari sabat bukan hanya di dunia ini saja tetapi sampai di dunia baru di dalam Kerajaan Sorga, kita lihat ayatnya:

Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN. Yesaya 66:22,23

2 ayat yang penting berikut ini kiranya menjadi dasar dan pedoman anda dalam mencari kebenaran firman Tuhan. Ayat-ayat ini juga menjadi dasar saya dalam menulis artikel ini, inilah ayat-ayatnya:

"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar. Yesaya 8:20
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Galatia 1:8

Biarlah dengan adanya website ini dapat menjadi terang kepada dunia ini untuk menerangi dunia yang gelap ini yang sudah banyak ditutupi oleh kepalsuan dan kabut dosa, yang mana begitu banyak ajaran-ajaran yang menyimpang dari firman Tuhan.
Tuhan memberkati saudara dalam mencari kebenaran yang sesungguhnya, dalam nama Yesus, amin.

 

 

Catatan:
Bila anda mempunyai pertanyaan, kesan, pesan, saran, kritik, complain, silahkan sampaikan melalui Forum Diskusi, kita diskusikan bersama-sama. Atas pertolongan Tuhan semuanya dapat terjawab.