Home

Pembahasan Pertanyaan

Seri Pelajaran

Pendalaman Alkitab

Forum Diskusi

Seputar Alkitab


Views:

Deskripsi: Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan tentang hubungan antara Iman, Kasih Karunia dan Hukum Allah.


Tanya Jawab Tentang Iman, Kasih Karunia dan Penurutan Kepada Hukum Allah

 

 

1.

Apa itu dosa? Apa yang harus dibayar untuk menebus dosa?

2.

Apakah 10 hukum Allah sudah tidak lagi berlaku dan telah digantikan Yesus dengan 2 hukum yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia? Apakah ini merupakan perintah baru?

3.

Banyak orang Kristen mengatakan bahwa zaman sekarang kita selamat oleh iman, oleh karena itu penurutan terhadap hukum Allah tidaklah penting, benarkah demikian?

4.

Apa maksud Roma 3:20, bahwa dengan adanya hukum Allah malah membuat kita menjadi berdosa?

5.

Sesuai dengan Efesus 2:15, apakah hukum taurat sudah dihapuskan saat kematian Yesus di salib?

6.

Sesuai dengan Kolose 2:16,17, apakah hari sabat sudah dihapuskan saat kematian Yesus di salib?

7.

Siapakah Setan atau iblis itu? Apa sasaran penyerangan setan di akhir zaman ini? Apakah perintah-perintah Tuhan itu berat?

 
Apa itu dosa?

Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. I Yohanes 3:4

 

…Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. Roma 14:23

 

Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. Yakobus 4:17

 

Apakah upah dosa itu? Apa yang harus dibayar untuk menebus dosa?

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23

Upah dosa ialah maut. Apa itu maut? Maut artinya kematian. Untuk menebus dosa harus dibayar juga dengan kematian, inilah keadilan itu. Yesus adalah Allah yang adil, dan setanpun menuntut keadilan itu yaitu maut harus dibayar juga dengan maut. Harus ada yang mati untuk menebus dosa manusia. Untuk itulah Yesus datang sebagai korban yaitu dengan kematianNya untuk menebus kita, dengan darahNya yang tercurah di atas kayu salib di bukit Kalvari.

 

Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah  tidak ada pengampunan. Ibrani  9:22

 

…karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. Imamat 17:11

 

Mengapa Allah tidak menciptakan manusia yang baru saat nenek moyang kita adam dan hawa jatuh ke dalam dosa?

Karena Allah kita adalah Allah yang kasih dan Allah kita juga adalah Allah yang adil. Kasih dan keadilan berjalan seiring. Upah dosa adalah maut dan untuk menebus dosa harus dibayar dengan maut. Maut artinya kematian. Dengan kematianNya di atas kayu salib membuktikan bahwa Allah kita adalah Allah yang adil, dimana dosa harus dibayar dengan maut/kematian. Semua ini karena Allah sangat mencintai manusia, saudara dan saya sehingga Yesus mengorbankan diriNya untuk menebus dosa seluruh umat manusia.

 

Dengan kematian Yesus di salib, saudara dan saya telah ditebus. Tidak ada dosa yang terlalu besar yang Tuhan tidak dapat ampuni. Semua dosa Tuhan sanggup mengampuninya, yang menjadi pertanyaan adalah apakah anda mau datang kepada Tuhan atau tidak, itu adalah pilihan masing-masing. Keselamatan ada di tangan kita.

 

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16

 

Mengapa dosa mendukakan Roh Kudus adalah dosa yang tidak dapat diampuni (Matius 12:31,32)?

Dosa mendukakan Roh Kudus adalah kita sendiri yang sudah tidak lagi membutuhkan pengampunan dari Tuhan. Kita sudah terbiasa dengan dosa tersebut dan sudah tidak lagi merasa itu dosa sehingga bisikan Roh Kudus ini semakin lama semakin jauh dan semakin hilang karena kita selalu mengeraskan hati kita dan tidak mau mengikut Tuhan.

Hak memilih Tuhan berikan kepada setiap manusia, apakah manusia mau memilih Tuhan atau tidak. Pekerjaan Roh Kudus adalah memimpin/menuntun semua manusia, saudara dan saya ke dalam seluruh kebenaran (Yohanes 16:13), tetapi Tuhan tidak pernah memaksa, hak dan kebebasan memilih ada di tangan masing-masing kita. Oleh karena itu biarlah kita selalu memilih Yesus dalam setiap langkah hidup kita, dan tidak mengeraskan hati kita terhadap suara/bisikan Roh Kudus.

 

Siapa saja yang berbuat dosa?

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, Roma 3:23.

 

Bagaimana dengan Yesus, apakah Yesus berdosa?

Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. I Petrus 2:22

 

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. II Korintus 5:21

Arti ayat ini adalah: Yesus tidak berdosa, tetapi Yesuslah yang memikul dan menanggung dosa semua orang yang hidup di atas dunia ini, demi keselamatan umat manusia.

 

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Ibrani 4:15
 


 

Apakah 10 hukum Allah sudah tidak lagi berlaku dan telah digantikan Yesus dengan 2 hukum yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia? Apakah ini merupakan perintah baru?

 

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Matius 22:37-40

 

Kalau seandainya 10 hukum sekarang sudah tidak berlaku lagi, berarti kalau saya membunuh orang atau mencuri atau berdusta atau mempunyai allah lain sudah tidak berdosa lagi. Ayat diatas sangat betul dan tidak ada yang salah, namun jangan sampai anda salah mengerti. Berdoa dan ikutilah penjelasan di bawah ini.

 

Pembaca yang saya hormati, Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8) dan Hukum Allah adalah Hukum Kasih. Kasih terbagi 2 yaitu Kasih kepada Allah dan Kasih kepada sesama manusia (Matius 22:37-39 yaitu ayat diatas). Kasih kepada Allah adalah 4 hukum pertama dan Kasih kepada sesama manusia adalah 6 hukum kedua, total = 10 Hukum Allah (Keluaran 20:3-17).

 

Inilah sebabnya dikatakan ayat diatas dalam ayat 40 (Matius 22:40) bahwa “pada kedua hukum inilah (kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia) tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Artinya adalah Kasih kepada Allah adalah 4 hukum pertama dan Kasih kepada sesama manusia adalah 6 hukum kedua berikutnya.

 

10 Hukum Allah tidak dihapus Yesus dengan perkataan ini (ayat Matius 22:37-40 diatas), mengapa? Karena isi 10 Hukum Allah adalah Kasih kepada Allah (4 hukum pertama) dan Kasih kepada sesama manusia (6 hukum kedua). Mari kita lihat:

 

Bagaimana cara anda membuktikan bahwa anda kasih kepada Allah? Bila anda Kasih kepada Allah, maka anda akan menuruti 4 hukum pertama, yaitu:

Hukum ke-1: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Hukum ke-2: Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Hukum ke-3: Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

Hukum ke-4: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

 

Hukum ke-1 sampai ke-4 adalah bukti cinta anda kepada Allah.

 

Bagaimana cara anda membuktikan bahwa anda kasih kepada sesama manusia? Bila anda Kasih kepada sesama manusia, maka anda akan menuruti 6 hukum kedua, yaitu:

Hukum ke-5: Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Hukum ke-6: Jangan membunuh.

Hukum ke-7: Jangan berzinah.

Hukum ke-8: Jangan mencuri.

Hukum ke-9: Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

Hukum ke-10: Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."

 

Hukum ke-5 sampai ke-10 adalah bukti cinta anda kepada sesama  manusia.

 

Perhatikan gambar di bawah ini:

 

 

Bagaimana wujud kasih anda kepada Allah? Dan bagaimana wujud kasih anda kepada sesama manusia? Tetap kembali ke 10 hukum Allah, dimana kalau kita kasih kepada Allah maka kita tidak akan punya Allah lain, tidak akan membuat patung dan sembah, tidak menyebut nama Tuhan dengan sembarangan, dan menguduskan hari sabat hari ketujuh yang mana mengingatkan kepada penciptaan dunia ini, mengingatkan bahwa Tuhan adalah Pencipta dan kita adalah ciptaan.

Wujud kasih kita kepada sesama manusia adalah kita akan menghormati orang tua, tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak berdusta dan tidak mengingini apa yang punya orang lain.

Nah penjabaran hukum ini luas, sebagai contoh, bila kita sudah lebih mementingkan sesuatu yang lain lebih daripada Tuhan, kita sudah berdosa karena kita sudah mempunyai allah lain yaitu kita telah melanggar hokum ke-1 dan ke-2. Contoh lain lagi, Yesus katakan bila kita marah, itu sama dengan kita sudah membunuh orang yang kita marah dengan kata-kata kita, atau juga bila kita memakan atau minum sesuatu yang merusak tubuh kitapun itu sudah membunuh tubuh kita, karena tubuh kita adalah bait Allah (Roh Kudus). Jadi kita lihat bahwa 10 hukum ini adalah dasar kasih kita kepada Allah dan kasih kita kepada sesama manusia. Bukti bahwa kita kasih kepada Allah dan bukti bahwa kita kasih kepada sesama manusia adalah kembali ke 10 hukum Allah yang mana dengan menuruti 4 hukum pertama berarti kita kasih kepada Allah dan dengan menuruti 6 hukum berikutnya berarti kita kasih kepada sesama manusia.

 

 

Apakah perintah saling mengasihi ini yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia adalah perintah baru atau mulai di zaman Yesus/zaman perjanjian baru?

 

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.Yohanes 13:34

 

Banyak sekali orang yang salah mengerti dengan ayat ini lalu tidak lagi menuruti 10 Hukum Allah, Yohanes yang menulis ayat ini adalah Yohanes kekasih atau Yohanes murid Yesus, adalah Yohanes yang sama yang menulis I,II dan III Yohanes mari kita lihat kata Yohanes sendiri dalam kitab I Yohanes 2:7

 

Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. I Yohanes 2:7

 

Perintah lama dan baru ini adalah sama. Dikatakan baru karena untuk mengingatkan kembali agar umat Tuhan yang selalu saja sirik, cemburu dan membenci saudara sesama manusia agar bisa kembali mengasihi mereka seperti diri sendiri.

 

Apakah perintah lama yang adalah sama juga dengan perintah baru ini? Kita lanjutkan ayat 8-10

 

Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.

Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.

Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. I Yohanes 2:8-10

 

Kita lihat juga tulisan Yohanes dalam II Yohanes 1:5,6

 

Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu -- bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya -- supaya kita saling mengasihi. Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. II Yohanes 1:5,6

 

Mari kita feedback ke Perjanjian Lama, apakah perintah saling mengasihi ini yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia benar ada di Perjanjian Lama?

 

Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Ulangan 6:5

 

Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu. Imamat 19:34

 

Bunyi ayat-ayat diatas yang terdapat di Perjanjian Lama adalah sama dengan bunyi ayat di Perjanjian Baru, mari kita lihat:

 

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Matius 22:37-40

 

Apa maksud ayat 40 diatas bahwa “pada kedua hukum inilah (kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia) tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi?"

 

Maksudnya adalah Kasih kepada Allah dan Kasih kepada sesama manusia adalah sama dengan 10 Hukum Allah, yaitu Kasih kepada Allah adalah 4 hukum pertama dan Kasih kepada sesama manusia adalah 6 hukum kedua berikutnya, Total=10 Hukum Allah. Lihat kembali pembahasan diatas mengenai ini.

 

Jadi perintah baru adalah sama dengan perintah lama, mengapa dikatakan baru? Karena sifat umat Tuhan ini selalu cenderung untuk membenci sesamanya. Jadi untuk mengingatkan kembali agar umat Tuhan yang selalu saja sirik, cemburu dan membenci saudara sesamanya ini agar bisa kembali mengasihi mereka seperti diri sendiri. Selalu diingatkan kembali…

 


 

Banyak orang Kristen mengatakan bahwa zaman sekarang kita selamat oleh iman, oleh karena itu penurutan terhadap hukum Allah tidaklah penting, benarkah demikian?

Mari kita bahas...

Betul kita slamat oleh iman, tetapi apakah iman itu? Percaya kita bila disertai dengan tindakan itu baru namanya iman, bila kita percaya tetapi tidak ada tindakan untuk membuktikan percaya kita itu, itu adalah iman yang mati atau hampa.
Tetapi ingat bahwa tindakan kita sama sekali tidak ada jasa dalam hal keselamatan tetapi tindakan kita ini membuktikan bahwa kita mau menerima anugerah keselamatan yang Tuhan sudah berikan kepada kita, membuktikan respons kita bahwa kita memilih Tuhan yang menyelamatkan kita, jadi bila kita tidak ada tindakan atau tidak ada respons itulah iman yang mati atau hampa.

 

Apakah iman itu?

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ibrani 11:1

 

Bagaimana jika iman tidak disertai tindakan/perbuatan?

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Yakobus 2:17

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. Yakobus 2:26

 

Apa yang akan kita lakukan jika kita mengasihi Yesus?

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Yohanes 14:15,21

 

Banyak orang Kristen mengatakan bahwa zaman sekarang kita selamat oleh iman, oleh karena itu penurutan terhadap hukum Allah tidaklah penting, benarkah demikian?

Anda pasti kenal siapa itu Abraham. Abraham adalah bapa segala orang beriman/percaya. Mengapa Abraham dikatakan bapa segala orang beriman? Karena dia menurut, mari kita lihat ayatnya.

 

karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kejadian 26:5

 

Ujian iman Abraham adalah saat Allah menyuruh dia untuk mempersembahkan anaknya ishak di gunung Moria. Penurutan Abraham kepada perintah Allah ini membuktikan imannya kepada Allah. Jadi, iman dibuktikan dengan penurutan kita kepada perintah-perintah Allah. Iman tanpa perbuatan adalah mati.

 


 

Apa maksud Roma 3:20, bahwa dengan adanya hukum Allah malah membuat kita menjadi berdosa?

 

Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Roma 3:20

 

Jangan berhenti di ayat tersebut, baca ayat selanjutnya di ayat 31:

 

Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya. Roma 3:31

 

Hukum adalah pengamat dosa, dengan hukum dosa diketahui.

Bagaimana perasaan anda bila anda sedang sakit tetapi anda tidak tahu apa penyakit anda?

Fungsi Hukum Allah adalah bagaikan cermin, anda akan tahu ada arang atau kotoran di wajah anda jika anda berkaca atau melihat pada cermin.

Dengan adanya hukum Allah orang mengenal dosa artinya dengan adanya hukum, anda akan tahu kesalahan apa yang anda buat. Jika tidak ada hukum berarti tidak ada pelanggaran atau kesalahan. Dengan kata lain anda tidak akan berdosa karena tidak ada hukum yang mengatur.

Cermin tersebut tidak bisa menghilangkan kotoran, dia hanya memberitahukan bahwa ada kotoran di wajah anda. Begitu juga dengan hukum. Hukum tidak menyelamatkan, hukum hanya memberitahukan bahwa anda berdosa. Yang menyelamatkan kita hanya Yesus melalui iman/percaya kita kepadaNya. Tetapi ingat bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati, itulah sebabnya iman dan penurutan kepada hukum Allah adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Bukti bahwa kita memiliki iman adalah penurutan kita kepada perintah/hukum Allah. Abraham mengapa dia dikatakan bapa orang beriman? Karena dia menurut.

 

Pentingkah hukum itu?

Anda bisa bayangkan bila tidak ada hukum yang mengatur suatu bangsa, tidak usah jauh-jauh, Bagaimana jika lalu lintas tidak ada lampu merah? Apalagi bila lalu lintas itu adalah lalu lintas yang padat dengan semua kendaraan baik mobil, motor, truk, bis kota, dan lain sebagainya. Bagaimana jika semua mobil dan motor mau berjalan sesuai kemauan masing-masing?

Lampu merah itu memang tidak bisa menyelamatkan anda, tetapi dia memberitahukan bagaimana berlalu lintas yang benar agar anda selamat di jalan. Kita memang selamat oleh iman, tetapi penurutan kita kepada hukum Allah adalah sangat penting, mengapa? Iman tanpa perbuatan adalah mati. Itulah sebabnya Paulus mengatakan bahwa iman dan penurutan kita kepada perintah atau hukum Allah tidak dapat dipisahkan.

 

Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya. Roma 3:31

 


 

Apakah Hukum Taurat sudah dihapus Yesus saat kematian Yesus di salib?

Kita akan bahas 2 ayat penting yang selalu menjadi perdebatan, yaitu Efesus 2:15 dan Kolose 2:16,17. Banyak orang yang salah mengerti dengan ayat-ayat ini. Mari kita bahas…

 

Sesuai dengan Efesus 2:15, apakah hukum taurat sudah dihapuskan/dipalangkan saat kematian Yesus di salib?

sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, Efesus 2:15


Pembaca yang budiman, kalau 10 Hukum Allah sudah dipalangkan Yesus, berarti saya membunuh, atau mencuri, punya allah lain, tidak lagi berdosa…tentu tidak demikian bukan?saya membunuh, mencuri, punya allah lain tetap berdosa, perhatikan penjelasan berikut..

 

yang disebut hukum taurat itu "bukan hanya" 10 hukum, yang disebut Hukum Taurat adalah:
1. 10 Hukum Allah (God’s Law/ Ten Commandments)
2. Hukum Upacara (berisi hukum upacara2 korban)
3. Hukum Sipil
4. Hukum Kesehatan

nah dari semua ini, hukum taurat yang mana yang sudah dipalangkan Yesus saat Yesus mati? tentu hukum upacara..
Mengapa Hukum Upacara? Karena Hukum Upacara inilah yang melambangkan kematian Yesus disalib sebagai anak domba.

Yohanes 1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

saat Yesus mati, "lambang telah bertemu dengan yang dilambangkan..."

Jadi apa saja yang sudah dipalangkan?
semua perintah dan ketentuan mengenai upacara-upacara korban, semua yang berhubungan dengan korban, darah, keimamatan, (contohnya: domba sebagai korban penghapus dosa), semua ini sudah dipalangkan Yesus, karena semua ini merupakan lambang atau bayangan daripada Yesus sendiri yang adalah domba/korban yang sesungguhnya.

jadi kalau kita baca suatu ayat di Alkitab tertulis tentang hukum taurat, kita langsung terbuka pikiran bahwa hukum taurat ini mengarah kemana, apakah berbicara mengenai 10 hukum Allah atau hukum upacara... kalau berhubungan dengan korban, darah, keimamatan, maka ini adalah hukum upacara..

Hukum Taurat - 10 Hukum Allah - adalah kekal
Hukum Taurat - Hukum Upacara - adalah tidak kekal (sudah dipalangkan di kayu salib)

jadi 10 Hukum Allah tidak dihapus Yesus.. 10 hukum Allah bukan hanya untuk zaman perjanjian lama, dalam kitab Yakobus yang sudah di zaman perjanjian baru, Yakobus menulis:

Yakobus 2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

ayat di kitab Yakobus ini berbicara mengenai 10 hukum Allah, mengapa? baca ayat selanjutnya di ayat 11

Yakobus 2:11 Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.

Jadi, hukum taurat yang dipalangkan Yesus adalah hukum taurat yang berisi dan membahas tentang semua perintah dan ketentuan mengenai upacara-upacara korban (contohnya: domba sebagai korban penghapus dosa) dimana semua ini merupakan lambang atau bayangan daripada Yesus sendiri yang adalah domba/korban yang sesungguhnya.

 

Zaman dulu orang selalu mempersembahkan korban baik domba, burung merpati dan lain-lain. Coba baca kitab imamat dari awal-awal pasal, anda akan menemukan banyak sekali upacara-upacara korban yang selalu dilakukan. Setiap hari ada korban, setiap tahun ada korban dan hampir setiap saat diwarnai dengan korban. Mempersembahkan korban pasti ada darah yang tercurah.

 

Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah  tidak ada pengampunan. Ibrani  9:22

 

…karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. Imamat 17:11

 

Hukum yang mengatur upacara-upacara ini adalah hukum taurat. Semua perintah dan ketentuan dari hukum taurat inilah yang telah dihapus Yesus, karena semua ini melambangkan Yesus sendiri sebagai domba/korban yang sesungguhnya.

 

10 Hukum Allah juga disebut hukum taurat, tetapi 10 Hukum Allah ini tidak dihapus Yesus saat Yesus mati disalibkan. Oleh karena itu untuk mengerti suatu ayat harus lihat konteks dari ayat yang anda baca.

 

* Contoh ayat tentang hukum taurat yang mengarah kepada 10 hukum Allah yang TIDAK dihapus Yesus saat kematian Yesus di salib adalah: Yakobus 2:10; Roma 7:12; Mazmur 19:8; Matius 5:18; Galatia 3:24 dan lain-lain.

 

* Contoh ayat tentang hukum taurat yang mengarah kepada upacara-upacara korban, kaabah yang melambangkan Yesus, yang telah dihapus Yesus saat kematianNya di salib adalah: Efesus 2:15; Kolose 2:16,17; Ibrani 10:1-20 dan lain-lain.

 

semua yang merupakan bayangan atau yang mewujudkan Yesus… apa saja yang merupakan lambang atau wujud atau bayangan dari Yesus? Tentulah korban beserta hukum taurat yang mengatur semua peraturan-peraturan upacara-upacara korban penghapusan dosa.

semua upacara korban (domba, dan lain-lain) yang dipersembahkan adalah mewujudkan pengorbanan Yesus di salib… semua itu sudah dihapus Yesus...

 

Mari kita lihat pembahasan ayat selanjutnya yang pada prinsipnya sama dengan pembahasan ini.

 


 

Sesuai dengan Kolose 2:16,17, apakah hari sabat sudah dihapuskan saat kematian Yesus di salib?
Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;

semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. Kolose 2:16,17

 

Perhatikan ayat 17: yang merupakan bayangan, yang mewujudkan Kristus, itulah yang sudah dihapus Yesus. Apa saja itu? Ada di ayat 16 yaitu makanan minuman, hari raya, bulan baru, hari sabat.

 

Hari sabat mana yang mewujudkan Kristus? Hari raya, bulan baru mana yang mewujudkan Kristus? Makanan minuman mana yang mewujudkan Kristus?

Semua itulah yang harus kita semua ketahui.

 

Hari sabat yang dihapus Yesus BUKAN sabat hari ketujuh, karena sabat hari ketujuh ini mengarah kepada penciptaan dunia ini bukan mengarah kepada Yesus sebagai korban di salib. Gak akan nyambung. Kita akan pelajari hari sabat mana yang dihapus Yesus.

 

Begitu juga makanan minuman disini BUKAN mengenai makanan minuman vegetarian, atau haram halal, tidak nyambung. Kita akan pelajari makanan minuman apa yang mewujudkan Kristus yang telah dihapus dengan kematianNya di salib, dan sebagai gantinya apa yang Tuhan perintahkan agar kita lakukan untuk mengingat kematianNya di salib.

 

Semua makanan minuman, hari raya, bulan baru, hari sabat, yang mengarah kepada Yesus sebagai korban, domba, darah yang sesungguhnya, semua upacara-upacara korban ini sudah tidak perlu lagi untuk dirayakan karena wujudnya adalah Yesus. Sebagai gantinya Tuhan meminta kita untuk merayakan perjamuan suci (Lukas 22:19,20; I Korintus 11:23-26) yang didahului dengan pembasuhan kaki (Yohanes 13:14,15,17) untuk mengingat dan memberitakan pengorbanan Yesus di salib yang sangat mulia ini.

 

Mari kita lihat terlebih dahulu ayat-ayat berikut yang menyatakan siapa Yesus itu:

 

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Yohanes 1:29

Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. I Korintus 5:7

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. I Petrus 1:18,19

 

Mari kita bahas Kolose 2:16,17 diatas...

 

Makanan minuman, hari raya, bulan baru

Makanan minuman disini bukan masalah makanan/daging haram dan halal atau tentang vegetarian…Makanan minuman disini adalah makanan minuman yang menyangkut dengan upacara-upacara korban penghapusan dosa yang sudah tidak perlu lagi…ingat kuncinya di ayat 17 "semua yang melambangkan Yesus", semua itu sudah tidak perlu lagi untuk dirayakan. makanan haram dan halal atau tentang vegetarian tidak ada hubungan dengan upacara-upacara bayangan (penghapusan dosa) yang melambangkan Yesus.

 

Sebagai contoh makanan dan minuman yang sudah dihapus Yesus ini adalah pada zaman dulu kalau orang mempersembahkan korban, dagingnya juga dimakan. Seperti contoh penyembelihan domba paskah pada hari raya paskah, masih perlukah kita rayakan paskah? tidak perlu lagi, karena domba paskah adalah Yesus Kristus sendiri. kita lihat firman Tuhan melalui tulisan Rasul Paulus:

 

Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. I Korintus 5:7

 

Yesuslah wujud dari domba paskah itu, kita sudah tidak perlu lagi rayakan paskah, semua hukum taurat yang membahas itu (bukan 10 hukum Allah) sudah dipalangkan di kayu salib, hukum upacara-upacara korban itu sudah tidak perlu lagi, karena lambang telah bertemu dengan yang dilambangkan. hal-hal seperti inilah yang dimaksudkan dalam kolose 2:16,17 bahwa semua ini sudah tidak perlu lagi, jangan anda membiarkan orang menghukum anda tentang makanan minuman ini, karena semua ini sudah digenapi dalam Yesus, wujudnya adalah Yesus.

 

Mari kita lihat contoh ayat tentang makanan minuman, hari raya, bulan baru, yang sudah dihapus Yesus:

"Ingatlah akan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, sebab dalam bulan Abib itulah TUHAN, Allahmu, membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam. Maka engkau harus menyembelih kambing domba dan lembu sapi sebagai korban Paskah bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN untuk membuat nama-Nya diam di sana.

Engkau harus memasaknya dan memakannya di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu; kemudian paginya engkau harus pulang kembali ke kemahmu. Ulangan 16:1,2,7

Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit. Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN. Keluaran 12:8,11

 

ini adalah contoh makanan minuman, hari raya, bulan baru, yang sudah tidak perlu lagi karena semua hukum upacara-upacara korban ini sudah berakhir di salib. kita sudah tidak perlu lagi rayakan paskah karena anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. (I Korintus 5:7).

 

Sebagai ganti paskah ini adalah Tuhan meminta kita untuk merayakan perjamuan suci (Lukas 22:19,20; I Korintus 11:23-26) yang didahului dengan pembasuhan kaki (Yohanes 13:14,15,17) untuk mengingat dan memberitakan pengorbanan Yesus di salib yang sangat mulia ini.

 

Hari Sabat

Hari sabat disini bukan sabat hari ketujuh…gak akan nyambung, karena sabat hari ketujuh ini mengarah ke penciptaan dunia ini, bukan mengarah kepada upacara-upacara bayangan yang dihapus Yesus, sabat hari ketujuh mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Pencipta dan kita adalah ciptaan, dan ini termasuk dalam 10 hukum Allah, yang mana Yesus tidak menghapus 10 hukum Allah saat kematianNya di salib…

 

hari sabat yang dihapus Yesus di salib adalah semua hari sabat bayangan yang dirayakan yang mana semuanya itu mengarah kepada Yesus sebagai korban, hari-hari sabat ini sudah tidak perlu lagi karena wujudnya adalah Yesus.

 

Contoh hari sabat yang hanya sebagai bayangan yang sudah dihapus Yesus adalah hari raya pendamaian (grafirat). Hari raya pendamaian atau dikenal dengan sebutan hari raya grafirat adalah upacara penghapusan dosa yang diperingati sekali setahun, hari itu haruslah menjadi hari sabat…artinya pada hari pendamaian ini orang harus berhenti bekerja, mari kita lihat ayatnya:

Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN. Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Imamat 16:29,30,31

Selama-lamanya disini maksudnya adalah sampai kepada kematian Yesus disalib menebus dosa manusia. Yesuslah korban, domba, darah yang sesungguhnya...

 

Contoh lain adalah sabat yobel, ini juga sudah tidak perlu lagi kita rayakan. Memang secara mata iman kita sedang menantikan yobel yang sesungguhnya pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali yang akan benar-benar membebaskan kita dari belenggu dosa dunia ini, tetapi sabat yobel ini tidak perlu lagi kita rayakan karena ini melambangkan atau mengarah kepada Yesus sebagai Pelepas, Pembebas kita dari dosa yang sudah mati menebus kita di salib. 

 

Semua makanan minuman, hari raya, bulan baru, hari sabat, yang mengarah kepada Yesus sebagai korban, domba, darah yang sesungguhnya, semua upacara-upacara korban ini sudah tidak perlu lagi untuk dirayakan karena wujudnya adalah Yesus. Sebagai gantinya Tuhan meminta kita untuk merayakan perjamuan suci (Lukas 22:19,20; I Korintus 11:23-26) yang didahului dengan pembasuhan kaki (Yohanes 13:14,15,17) untuk mengingat dan memberitakan pengorbanan Yesus di salib yang sangat mulia ini.

 

Bagaimana dengan sabat hari ketujuh?

 

Hari sabat hari ketujuh harus tetap dipelihara karena ini bukan mengarah kepada Yesus sebagai domba korban yang akan dihapus di salib, tetapi sabat hari ketujuh ini mengarah kepada peristiwa penciptaan dunia ini.

 

karena Paulus sendiri mengatakan dalam buku Ibrani: Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."

Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Ibrani 4:4,9

 

Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Yakobus 2:10

 

Hari sabat hari ketujuh ini selalu mengingatkan kita pada penciptaan dunia ini, mengingatkan bahwa Tuhan adalah Pencipta dan kita manusia adalah ciptaan, ini adalah isi hukum keempat dari 10 hukum Allah.

 

Sabat hari ketujuh adalah kekal selamanya yaitu sampai di dalam kerajaan Sorga (Yesaya 66:22,23).

 


 

Setan / iblis selalu menuduh bahwa Allah adalah kejam dan perintah-perintah Allah tidak bisa dituruti. Siapakah iblis itu?

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Yohanes 8:44

 

Jangan tertipu dengan kata-kata dan bujukan setan, biarlah kita boleh mengambil pelajaran penting dari nenek moyang kita yang telah jatuh akibat mendengarkan kata-kata setan.

 

Apa sasaran penyerangan setan di akhir zaman ini?
Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Wahyu 12:17

 

Apakah yang diperlukan umat Tuhan di akhir zaman ini?

Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Wahyu 14:12

 

Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. Pengkhotbah 12:13,14

 

Mengusir setan dan mengadakan mujizat bukan suatu hal yang penting. Yang Tuhan minta kita lakukan adalah menuruti perintah dan hukumNya, karena ini membuktikan iman kita kepadaNya, kita lihat apa kata Yesus:

 

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!

Matius 7:21-23

 

Penurutan kepada kehendak yaitu hukum Tuhan adalah sangat penting. Melakukan kehendak Tuhan membuktikan iman kita kepada Tuhan yang telah menebus kita dari dosa. Iman tanpa perbuatan adalah mati (iman yang hampa), baca kembali Yakobus 2:17,26

 

Apakah perintah-perintah Tuhan itu berat?

Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat. I Yohanes 5:3

 

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Filipi 4:13

 

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." Matius 11:28-30

 

Saya kira tidak perlu lagi dikomentari secara detail ayat-ayat diatas karena anda pasti bisa mengerti. Satu yang penting adalah jika anda benar-benar mencintai Tuhan, maka perintah Tuhan tidak akan berat. Perhatikan kutipan di bawah ini:

 

Anda pernah “sangat mengasihi” seseorang? Mungkin kekasih anda atau orang tua atau siapa saja. Bagaimana jika dia meminta anda untuk menjemputnya di stasion kereta jam 3 pagi, apakah anda akan pergi? Pasti. Apakah berat? Tidak berat. Mengapa? Karena saya sangat mencintainya. Bagaimana jika saat itu hujan dan banjir, apakah anda akan pergi? Oh, Pasti. Mengapa? Ya karena tadi, yaitu karena saya sangat mencintainya…

 

Begitu juga jika kita benar benar mengasihi Tuhan maka tidak ada satupun perintah Tuhan yang berat, bahkan sampai maut menjemputpun kita tetap setia kepada Tuhan dan tetap memuliakanNya, mengapa? “Karena saya sangat mencintai TUHAN…”

 

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Yohanes 14:15

 

Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" Yosua 24:15

 

 

TUHAN kiranya memberkati saudara dalam mencari kebenaran yang sesungguhnya...


Form Komentar
Comment Form



* Nama/name:
* Lokasi/location:
Email:
Website (URL):
Komentar/comment(s):
 

* Security Code:

 
 
 

  Tanggal/date : 26/12/2015 08:28:36 PM - Waktu Indonesia Barat      
  IP Address : 114.125.186.242  *.125.186.242 - Indonesia      
  Nama/name : ishak     
  Lokasi/location : jakarta     
  Email :      
  Website (URL) :      
  Komentar/Comment(s) : trima kasih pelajarannya kawan. Gbu.